Polresta Cirebon Bantu Penanganan Pasien Covid-19 Melalui Donor Plasma Konvalesen



Reporterjabar.com - Cirebon, Jajaran Polresta Cirebon membantu penanganan pasien Covid-19 melalui donor plasma konvalesen. Sebanyak 25 personel yang menjadi penyintas Covid-19 pun diambil sampel darahnya oleh PMI Kabupaten Cirebon. Pengambilan sampel darah para personel berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon. Sampel darah tersebut akan diperiksa PMI Kabupaten Cirebon untuk mengecek apakah para personel dapat mendonorkan plasma darahnya atau tidak.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi mengatakan, terdapat 25 personel yang diambil sampel darahnya pada hari ini dan hasil pemeriksaan tersebut baru diketahui pada Kamis (11/2/2021) besok.

"Mudah-mudahan semua personel bisa mendonorkan plasma darahnya, karena memang ada syarat-syarat tertentu untuk menjadi pendonor plasma," katanya, Rabu, 10/02/2021.

Ia melanjutkan, persyaratan menjadi pendonor plasma tersebut di antaranya kandungan antibodi harus kuat dan dinyatakan sembuh minimal sejak tiga pekan lalu. Sehingga dapat digunakan untuk terapi plasma pasien Covid-19.

Saat ini, kebutuhan plasma darah cukup tinggi, sedangkan stoknya di PMI Kabupaten Cirebon sangat minim. Karenanya, donor plasma darah dari personel Polresta Cirebon sangat dibutuhkan untuk pengobatan pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, dari hasil koordinasi dengan PMI Kabupaten Cirebon setiap personel dapat mendonorkan plasma darah maksimal 600 cc. Namun, hal tersebut tergantung dari hasil pemeriksaan sampel darah dan kondisi kesehatan para personel.

"Jika hasil pemeriksaan sampel darahnya dinyatakan lolos, maka para personel akan menjalani donor plasma di PMI Kabupaten Cirebon, karena peralatan lengkapnya tersedia di sana," imbuhnya.

Polresta Cirebon menjadi yang pertama di jajaran Polda Jabar yang melaksanakan donor plasma darah secara kolektif untuk membantu pengobatan pasien Covid-19.(Frans)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers