Pemda Kabupaten Subang Tidak Melakukan Antisipasi Banjir Langganan di Pantura Subang

reporterjabar.com - Untuk mengantisipasi banjir langganan setiap tahun, di Wilayah Pantura Kab. Subang, khususnya Kecamatan Pamanukan, Legonkulon dan Pusakanagara, bisa melalui normalisasi dan sodetan Sungai Cipunagara. "Untuk mengantisipasi banjir langganan, di Pantura Subang, bisa melalui normalisasi dan sodetan Sungai Cipunagara" ujar Hendrik salah seorang Pemerhati Lingkungan asal Pamanukan, pada Wartawan (18/2-21)

Kata Hendrik, selama ini sebagai pemicunya, luapan, rembesan atau jebolnya tanggul Sungai Cipunagara. Untuk itu, sebaiknya dilakukan normalisasi sungai yang sudah dangkal dan penyodetan untuk saluran buang di wilayah Desa Pangarengan yang sekarang sudah jadi empang masyarakat, terang Hendrik. 

Hal senada diungkapkan H. Ii Elang Laut, tokoh Masyarakat Pusakanagara yang mengatakan bahwa banjir itu akibat pendangkalan Sungai Cipunagara dan sodetannya, juga ada pendangkalan di muara Kali Genteng. "Pekerjaan normalisasi Sungai Cipunagara pernah ada sekitar tahun 2002 lalu, maka wajarlah saat ini untuk dilakukan normalisasi kembali," kata H. Ii.

Sedangkan menurut Ali Bonang tokoh Legonkulon mengatakan hal yang sama, yaitu adanya pendangkalan di ujung muara Kali Cipunagara dampak sedimentasi yang sudah menggunung, yang ditumbuhi pohon api-api dan lainnya.

"Inti permasalahannya Pemerintah itu, sudah tahu tapi tidak mau menanganinya," kata dia.

Sementara Kades Pangarengan, Atifah Noorlela merasa setuju jika dilakukan Normalisasi dan Penyodetan Sungai Cipunagara. "Setuju sekali ada Normalisasi dan Penyodetan Sungai Cipunagara," ujarnya. 

Kata Atifah, untuk penyodetan bagusnya di tanah perhutani yaitu di Dusun Tanjung Jaya, di perbatasan Desa Pangarengan dan Desa Patimban.

Dan, jangan hanya sebatas penyodetan tapi harus dibangun pula jembatan, agar arus air tidak mengikis ke dinding tanggul.

Namun lanjutnya, untuk saat ini yang terpenting perbaikan tanggul yang rusak di Pangarengan.

Karena saat ini untuk antisipasi banjir menggunakan anggaran dan swadaya desa. "Nanti mah harus menggunakan anggaran Pemerintah, misalnya penambahan tanah, menormalkan tanggul atau membuat tanggul permanen," papar Atifah. Reporter. Lily_MSR

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers