Kutipan Akta Nikah Masih Gadis, Nyatanya FS Pernah Menikah



Reporterjabar.com - Bandung, Suami IL, IE memberikan keterangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, dalam sidang lanjutan dugaan rekayasa buku nikah FS. Keterangan IE dihadapan hakim ketua Hastim Kurnia Dewi menjelaskan bahwa pada tahun 2003 IE menikah secara siri dengan FS dan tidak ada perjanjian tertulis apapun di atas kertas, dan tidak pernah IE menandatangani dokumen negara seperti buku nikah.

"Keterangan IE ini sangat penting, walaupun dalam kondisi tidak sehat, beliau tetap datang dan memberikan kesaksian. IE bilang kalau mengenal FS di suatu tempat, kemudian berlanjut sampai terjadi pernikahan siri, sudah sampai disitu saja, tidak ada komitmen apapun apalagi sampai tanda tangan di buku nikah," kata Kuasa Hukum IL, Razman Arif Nasution, Kamis 4/02/2021 

Razman melanjutkan, tidak hanya IE yang memberikan kesaksian. Kepala Dusun Gito, yang menjadi perwakilan Kepala Desa Bantarsari juga memberikan kesaksian dan terungkap fakta baru, kalau FS menikah secara resmi dengan pria bernama Warsono kemudian bercerai tanpa mempunyai anak.

"Fakta baru, FS pernah menikah secara resmi dan dipestakan dengan pria bernama Warsono. Nah ini, kenapa di buku nikah versi FS lokasi pernikahanya tidak di desanya. Tapi, di desa lain, karena kalau di desanya, ada datanya kalau FS pernah menikah," sambungnya.

Selain itu, Razman juga mempertanyakan, dua anak yang di klaim oleh FS sebagai anak dari hasil perkawinan dengan IE. Sementara, di kesaksiannya di ruang sidang IE, tidak mempunyai anak selama menikah siri dengan FS.

"Dengan Warsono tidak mempunyai anak, dengan IE tidak punya anak. Kemudian itu anak siapa yang dibuatkan akta kelahiran," ujarnya.

Dalam buku nikah versi FS, IE merupakan duda mati, dan Fs berstatus perawan atau gadis. Faktanya, sudah menikah pada tahun 90-an saat orang tuanya masih hidup, karena yang menjadi wali nikahnya bapak kandungnya.

"Kesaksian itu diberikan oleh Warsan tetangga kampung FS, kalau dia sudah menikah sebelumnya," ungkapnya

Razman menambahkan, kesimpulan sidang yang dipimpin, Hakim Ketua, Hastim Kurnia Dewi, Hakim Anggota Jimi Klaus Pardede dan Dikdik Sumantri serta Panitera Iin Novitalina. Keterangan saksi fakta dan ahli, terjadi serangkaian kebohongan, diantaranya status pernikahan mempelai wanita sudah menikah, tapi tertulis status perawan dan wali nikah, dinyatakan masih hidup menjadi wali pernikahan FS, fakta sudah meninggal dunia.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers