Kerugian Rp7,58 milyar itu Terlalu Kecil, Ini Alasannya

Reporterjabar.com - Pendataan kerugian akibat banjir di Kabupaten Subang mendapat kritisi dari akademisi asal Subang, Dr. Otong Rosyadi. Dia mengkritisi ketika Pemda  Kabupaten Subang mengklaim kerugian bencana banjir di Subang senilai 7,85 milyar rupiah terlalu kecil. (baca: Banjir Subang Telan kerugian 7,85 Milyar Rupiah)

Menurut dia angka Rp7,85 milyar itu terlalu mengecilkan penderitaan warga korban banjir. Dia menyesalkan angka ini muncul dari hasil rapat yang menyebutkan data kerugian bencana yang jauh dari fakta yang sesungguhnya "Saya bukan ekonom tetapi kebetulan saya lahir besar di Pamanukan ini. Kami juga keluarga pedagang, (jadi) kami tahu berapa unit terkecil kerugian setiap penduduk kemudian setiap pelaku usaha per pelaku usaha itu dan termasuk juga grosir-grosir besar jadi lagi-lagi ini kan fatal ya tujuh miliar itu," tuturnya kepada Reporterjabar.com melalui pesan suara, Minggu (14/2/2021).

Lalu kata dia nilai total kerugian Rp7,58 milyar itu terlalu kecil. "Bagi saya sih (kerugian sebesar itu) kedipan mata 3 orang yang menangis pengusaha besar grosir itu sudah 7 miliar ini kerugian banjir 7 hari diberitakan (pula) oleh TV nasional dengan warga terdampak 60 ribuan dengan jumlah rumah mungkin 5.000-an infrastruktur jalan 305 km," tuturnya lagi dengan nada masygul.

Sebenarnya kata dia memaklumi bahwa mengurusi pemerintahan dengan tata kelolanya itu rumit. "Tetapi karena sumberdaya itu ada tersedia, anggaran juga tersedia untuk mengelola itu semua maka kemudian menjadi tidak ada alasan sebetulnya kalau pejabat publik dalam menyelenggarakan pemerintahannya melakukan kesalahan yang fatal," ujarnya.

Dia menyarankan solusinya supaya segera melakukan rapat kembali untuk mendata kerugian. "Menurut saya mesti rapat (koordinasi kembali) jadi solusinya. Bukan tidak peduli ini hari apa pun termasuk hari minggu segera rapat kembali melakukan koordinasi khusus untuk menghitung ulang ini lalu kemudian kembali buat rilis. Karena dengan angka itu pemerintah pusat nanti akan melihat kita serius atau tidak (menangani bencana)," katanya.

Menurut dia data yang disajikan sangat fatal hanya seperseribu dari kerugian bencana tahun 2014 lalu. "Karena kalau dulu (kerugian) satu triliun (rupiah) sekarang 7 miliaran. Padahal ini sejak awal sudah saya ingatkan," katanya lagi. (Baca: Banjir Pantura Subang Telan Kerugian 1 T)

Lalu dia mengkritik TV Nasional yang cukup fatal yang menyebutkan bahwa kejadian di Pamaukan sebagai Pantai Selatan. "Media juga hati-hati dalam memberitakan dalam berita TV Nasional disebutkan sebagai Pantai Selatan. 'Kan lucu juga emang ini harus cekricek itu saja," pungkasnya.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers