Hati-Hati: Kekerasan pada Anak Dibawah Umur dari Penguguran hingga Asusila Ayah Kandung

Reporterjabar.com – Polres Subang berhasil mengungkap dua kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur. Hal ini disampaikan Kapolres Subang, AKBP Aries Kurniawan yang pertama ialah berupa tindak penguguran dengan sengaja oleh pelaku SM (20 tahun) seorang karyawati karyawan swasta warga Jurutilu Sukamandijaya Kecamatan Ciasem Subang dengan korban seorang bayi berjenis kelamin laki-laki yang baru dilahirkan.

"Kejadian berawal ditemukan bayi dalam bak sampah dalam keadaan meninggal dunia yang diduga baru dilahirkan," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Subang, Jum'at (26/2/2021).

Dari penyelidikan diperoleh keterangan adanya pelapor awalnya pelapor dihubungi oleh saudari A yang bekerja di pabrik tersebut bahwa ada yang menghampiri yaitu karyawan itu SM atau pelaku sekira pukul 1 siang yang beralasan mengalami pendarahan atau mens kemudian disarankan supaya dibawa ke rumah sakit Bhakti Husada Purwakarta. Lalu diantar oleh 2 orang rekannya ke rumah sakit Bhakti Husada. Dari hasil pemeriksaan menurut perawat yang melakukan perawatan terhadap SM menginformasikan bahwa pendarahan tersebut diduga terjadi akibat keguguran yang bayinya ditemukan dalam bak sampah.

"Setelah dilakukan pemeriksaan terungkap bahwa gugurnya bayi yang SM kandung karena SM sebelumnya sudah mempunyai niat untuk menggugurkan kandungannya dengan cara meminum obat pelancar haid yang dibeli melalui online," ujar Kapolres.

SM diketahui Rabu 3 Februari 2021 sekira pukul 10 malam di rumah di Jurutilu Sukamandijaya Ciasem Subang. Lalu pada Kamis 4 Februari 2001 pelaku SM saat bekerja merasa perutnya sakit dan pergi ke kamar mandi di lokasi pabrik tersebut dan di dalam kamar mandi pelaku SM melahirkan dan membuang bayi yang dilahirkan ke dalam tempat sampah yang berada di dalam kamar mandi.

Dari tangan pelaku disita kemeja lengan panjang warna putih polos bertuliskan perusahaan, 1 buah celana panjang katun berwarna krem polos yang terdapat bercak darah 1 buah celana dalam warna merah marun 1 pasang kaos kaki warna hijau 1 buah sabuk warna hitam 1 buah tempat sampah warna abu-abu satu buah handphone 2 tablet obat pelancar haid dan satu buah handphone Samsung.

Lalu tindak asusila TJ 35 tahun terhadap anak kandungnya SA (14 tahun). Dari penyelidikan terungkap diduga pelaku telah melakukan tindak asusila kepada anak kandungnya selama 10 kali sejak tahun 2018 sampai Februari 2021.

"Tersangka selalu menggunakan kekerasan atau paksaan sehingga korban takut dan menurutinya," jelas Kapolres.

Kepada pelaku disangkakan pelanggaran pasal 80 ayat (3) Jo 76C dan atau pasal 80 ayat (4) dan atau Pasal 77A Jo Pasal 45A Undang – undang RI No. 23 Tahun 2002 atas perubahan Undang – undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dan atau pasal 342 KUH Pidana.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers