Belajar Teknologi Digital bersama Padepokan Dayak Bumi Segandu

Reporterjabar.com - Direktorat Jendral Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika (Ditjen Aptika Kemkominfo), bersama dengan Lembaga Adat Karaton Galuh Pakuan dan Padepokan Suku Adat Jawa Petani Dayak Bumi Segandu Indramayu-Dermayu, menyelenggarakan Pelatihan Pandu Digital Kabupaten Indramayu pada hari Minggu, 14 Februari 2021, yang sekaligus juga membuka rangkaian Pelatihan Pandu Digital di Seluruh Indonesia di tahun 2021 ini.
 
Menurut keterangan Bambang Tri Santoso, yang merupakan Koordinator Komunitas TIK di Direktorat Jendral Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Ditjen Aptika Kemkominfo), yang juga sekaligus merupakan inisiator gerakan Pandu Digital yang telah diinisiasi sejak tahun 2019, yang berkesempatan membuka acara pelatihan hari ini mewakili Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani Pangarepan, B.Sc, pelatihan Pandu Digital yang diselenggarakan secara Nasional ini, sebetulnya sudah dilaksanakan secara luring sejak dibentuknya Pandu Digital di Tahun 2019. Akan tetapi, dengan adanya situasi pandemi, kegiatan Pelatihan Pandu Digital ini lantas dialihkan dalam bentuk luring pada tahun 2020 karena alasan protokol kesehatan. Namun demikian, pada tahun 2021 ini, atas dukungan dari berbagai lapisan masyarakat Adat di seluruh Indonesia, Pelatihan Pandu Digital pada tahun ini kembali dilaksanakan  secara luring, dengan konsep "Sambung Tangan", yaitu mewujudkan kekerabatan, kedekatan serta persatuan antar komunitas, untuk mewujudkan masyarakat Digital yang smart, dan mau menggunakan serta memanfaatkan dunia digital secara positif.
 
Banyak hal berbeda juga muncul pada Pelatihan Pandu Digital kali ini, selain mengusung konsep "Sambung Tangan", pelatihan ini juga menghadirkan Suku Dayak Bumi Sagandu yang berpenampilan khas dengan celana hitam putih dan bertelanjang dada, lengkap dengan segala pernak-pernik adat dan juga topi caping dengan warna khas hitam putihnya. "Selama ini, Pandu Digital lekat sekali dengan Mahasiswa Smart dengan gadget canggih, dan hal ini tidak salah, akan tetapi, pada kesempatan kali ini, Pandu tampil untuk hadir lebih dekat dengan berbagai elemen masyarakat, terutama mereka yang tidak terpapar literasi digital. Dengan demikian, adalah langkah yang tepat untuk memasukan golongan pelaku adat dan para budayawan dalam barisan Pandu Digital, karena dengan demikian, Pandu dapat membangun kedekatan rasa yang lebih dekat dengan masyarakat, dan gerakan literasi Digital ini dapat dilaksanakan dengan lebih efektif." Tutur Raja Lembaga Adat Karaton Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, dalam pertemuan dengan para Tamu Undangan pelatihan tersebut di Padepokan Dayak Bumi Sagandu, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
 
Pelatihan ini memang ditujukan untuk menciptakan Pandu-pandu Digital, yang diharapkan dapat melakukan kegiatan Literasi Digital kepada masyarakat, untuk terus menggunakan dan memanfaatkan Dunia Digital dan Fasilitas Jaringan Internet secara Positif.

Disclaimer Redaksi

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers