2400 ha Tanah Timbul Diduga jadi Penyebab Banjir Pantura Subang

reporterjabar.com - Ribuan hektar tanah timbul di Desa Patimban Kecamatan  Pusakanagara dan Sodetan Sungai Cipunagara di Desa Pangarengan Kecamatan Legonkulon yang sekarang menjadi empang, diduga penyebab banjir di Kec. Pamanukan, Legonkulon dan Kec. Pusakanagara, ungkap Hendrik Tokoh asal Pamanukan yang juga  pemerhati lingkungan, pada Wartawan (18/2-21).

"Terjadinya banjir dari luapan dan jebolnya tanggul Sungai Cipunagara karena sekitar 2400 hektar tanah timbul dan sodetan sungai Cipunagara berubah menjadi empang," jelasnya.

Kata Hendrik, di ujung muara Sungai Cipunagara dulu itu hektaran tanah timbul, secara mendadak sekarang jadi empang sehingga galengan empang menahan arus air dari Sungai Cipunagara yang berakibat banjir di hulu Sungai yaitu Kec. Legonkulon, Pamanukan dan Kecamatan Cipunagara. "Ratusan hektar tanah timbul berada di Dusun Galian dan Dusun Tanjung Jaya Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara,"

Lanjutnya, di Desa Pangarengan awalnya ada sodetan saluran dan sekarang sudah tertutup jadi empang masyarakat.

Karena arus air Sungai Cipunagara yang melalui sodetan, ataupun melalui  tanah Timbul sudah tertutup dengan galengan empang, sehingga saluran air menjadi jauh mencapai 10 kM (lewat Dusun Tanjung), ditambah datangnya air laut (rob) sehingga berdampak banjir ke pemukiman dan sawah masyarakat.

Sehingga Hendrik, mempertanyakan apakah ada, kajian dari Dinas terkait tentang dampak lingkungan keberadaan empang tersebut, juga bagai mana solusinya mengatasi terjadinya banjir yang datang setiap tahun. 

Reporter. lily_MSR

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers