Sukses Berikan PAD Rp1,6 M, PT. SS Siap Terlibat Berdayakan Potensi Subang

Reporterjabar.com - Usai membukukan sharing profit sebesar Rp1,6 milyar pada tahun 2020 untuk Pendapatan Asli daerah (PAD) Kabupaten Subang, PT. Subang Sejahtera berusaha untuk mengembangkan potensi usaha untuk dikelola. Termasuk upaya menyelamatkan kebutuhan warga Subang yang dianggap penting. "Diantaranya (kebutuhan) pupuk bagi petani. Kita sudah melakukan lobi dengan produsen pupuk yaitu (PT) Pupuk Kujang Cikampek Jawa Barat Kita berhasil mendapatkan kepercayaan kembali untuk menyalurkan pupuk bersubsidi (kepada petani)," ujarnya kepada Reporterjabar.com saat ditemui di kantornya, Selasa (12/1/2021).

Selain itu kata Agus untuk kebutuhan lainnya yang sering mengalami kelangkaan pada saat-saat tertentu dengan operasi pasar dengan memberikan harga terjangkau kepada masyarakat. "Misalnya kebutuhan sembako ketika menjelang Idul Fitri," imbuhnya.

Selanjutnya kata Agus mengenai orientasi ke Patimban ada dua fase yaitu pra dan pasca pembangunan. "Kalau pra kita sudah terlibat sebagai suplai material. Itu sudah berjalan itu seperti suplay batu curie split, bambu petung dan tanah merah. Usaha itu diharapkan menjadi penghasilan profit," katanya.

Namun yang paling utama itu adalah keterlibatan  pasca pembangunan ketika Patimban berkegiatan. Karena akan banyak peluang. Seperti perkantoran, pergudangan, perparkiran dan foodcourt yang ada di daerah penyangga.

"Itu juga sudah kita lakukan sebagai contoh kerjasama dengan (PT) Pelni," katanya lagi.

Dengan Pelni itu sudah ditindaklanjuti dengan Dirjen Perhubungan, KSOP Kelas 2 Patimban dengan menjalin komunikasi untuk menangkap peluang-peluang pada paska Patimban, "Kita harus hadir di sana. Supaya pengusaha lokal/daerah tidak menjadi penonton," tegasnya.

Dengan mengajak mitra swasta untuk menyediakan modal. Misalnya untuk menangani pekerjaan yang besar membutuhkan modal yang besar. "Tentu kita butuh mitra swasta dalam penyediaan modal. Kita juga berusaha untuk membuat usaha yang jangka panjang yang keuntungannya bisa diambil di masa yang akan datang dengan sharing profit, lah," tuturnya.

Untuk paska pasti kita bermitra dengan pihak ketiga karena kemampuan kita juga terbatas baik dari sisi permodalan maupun pengalaman khusus dibidang kepelabuhan.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar