Sidang Buku Nikah Aspal, Naik Status Penyidikan di Polda Jateng


Reporterjabar.com - Bandung, Sidang buku nikah yang diduga palsu di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung antara FS dan IE kembali digelar. Agenda sidang kali ini adalah bukti surat para pihak, dihadiri pengugat, tergugat dan tergugat intevensi 2. Jalannya sidang yang sudah berlangsung 3 bulan ini, lebih mempersiapakan rencana sidang di tempat yakni di KUA Mundu Kabupaten Cirebon yang rencananya akan dilakukan tanggal 21 Januari 2021 mendatang.

Kuasa Hukum Pengugat, Razman Arif Nasution, sangat setuju sidang lanjutan di lakukan di KUA Mundu, karena ada saksi yang sudah lanjut usia tidak bisa datang ke PTUN Bandung.

"Kami sangat setuju sidang ditempat, biar nanti terbuka semua kebenarannya, karena ada saksi yang sudah lanjut usia tidak mungkin bisa datang ke Bandung," katanya, Kamis, 7/01/2021.

Ia melanjutkan, saat jalannya persidangan, hakim sempat bertanya terkait ada 3 buku nikah yang menjadi  alat bukti.

"Buku nikah duplikat dan 3 buku nikah Cilacap, kami juga di tidak mengerti yang mana yang asli, makanya kami serahkan semua sebagai bukti," imbuhnya.

Saat menjawab pertanyaan hakim,  pihaknya juga menjelaskan dari bukti yang diajukan ke PTUN Bandung, salah satunya juga dilaporkan dan sedang ditangani oleh kepolisian Polda Jateng. 

"Saat ini statusnya, Polda Jateng resmi mengeluarkan surat perintah penyidikan terhadap FS atas kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan Akta authentik," ungkapnya.

Razman melanjutkan, peningkatan status hukum dari penyelidikan menjadi penyidikan sebagai mana dimaksud dalam pasal 263 KUHP dan pasal 264 KUHP, guna menindaklanjuti laporan polisi Nomor.

Lp/B/283/VIII/2019/Jateng/Ditreskrimum/tanggal 5 Agustus 2019.

"Atas dasar tersebut Polda Jateng mengeluarkan surat perintah penyidikan Nomor : Sp, Sidik/129.a/XIII/2020/Reskrimum. Tanggal 30 Desember 2020, tinggal tunggu saja statusnya dinaikkan menjadi tersangka," pungkasnya.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar