Sidang Akta Nikah Aspal Ungkap Fakta Baru



Reporterjabar.com - Cirebon, Sidang akta nikah palsu antara IE dan SF yang digelar di tempat yakni di Cirebon (Sebelumnya digelar DI PTUN Bandung) mengungkap sejumlah fakta baru. Diantaranya adalah, Rakim yang diakui sebagai orang tua IE ternyata yang bersangkutan tidak mengakuinya. Rakim ou mengaku hanya rekan bisnis semata, namun ia mengaku pernikahan IE dan FS dilangsungkan di rumahnya di Desa Setu Patok Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon

"Saya bukan orang tua kandung IE, hanya rekan bisnis saja," katanya, Jumat, 22/01/2021.

Sementara, saksi lainnya Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (P3N) desa Setu Patok, Somadi menjelaskan, pihaknya hanya mencatat keterangan yang diberikan oleh Penghulu atau Lebe almarhum Sobari. Selain itu, Somadi juga mengakui saat mencatat tidak didasari dokumen apapun layaknya seseorang yang akan menikah.

"Saya hanya suruh mencatat  sesuai keterangan penghulu atau lebe, karena saat itu tidak ada dokumen apapun siapa yang mau menikah. Kata penghulu catat, ya saya catat," tuturnya.

Disaat bersamaan, kuasa hukum istri sah IE yakni IL, Razman Arif Nasution menegaskan, kedua saksi Rakim dan Somadi sudah memberikan keterangan di depan majelis hakim.

"Jelas sudah, Rakim sudah mengakui bukan orang tua IE, kenapa bisa IE bin Rakim dalam dokumen buku nikah, ini jelas ada rekayasa dan cacat secara administrasi. Beberapa kesaksian Rakim juga tidak terbuka ada yang ditutup-tutupi," tegasnya.

Ia melanjutkan, saksi lainnya yakni Somadi mengatakan awalnya pernah didatangi oleh Rakim, tapi kemudian berubah memberikan keterangan, hanya kedatangan surat. Pada surat tersebut, tertulis menikahkan dan mencatat. Selain itu, Somadi juga membuat surat pernyataan bahwa pihaknya sudah dibohongi oleh Rakim atau yang akrab disapa Pak Le.

"Somadi ini memberikan keterangan berbelit-belit kalau tidak jujur dalam memberikan kesaksian di depan majelis hakim kami bisa laporkan memberikan kesaksian palsu," terangnya.

Razman juga menemukan kejanggalan lainnya, karena dari pengakuan Somadi, saat itu tidak mengoreksi data-data yang diserahkan oleh Rakim, termasuk saat meminta tanda tangan Kuwu, langsung ditandatangani tanpa melakukan koreksi terlebih dahulu. 

"Ini janggal, masa orang mau nikah datanya tidak dikoreksi, siapa yang mau nikah jadi tidak tahu," katanya 

Menurut Razman, kesaksian dari Rakim sudah membuktikan kalau buku nikah FS dan IE cacat administrasi, termasuk dalam pencatatan KUA. Karena IE bukan bin Rakim seperti data yang di klaim pihak FS.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers