Sidang Akta Nikah Aspal di PTUN Bandung, Ungkap Akta Lahir Aspal



Reporterjabar.com - Bandung, Sidang lanjutan rekayasa buku nikah antara IF dan FS i PTUN Bandung mengagendakan penyerahan bukti surat dari penggugat.

Kuasa hukum penggugat, Razman Arif Nasution menjelaskan, usai menyerahkan bukti surat, bukti tambahan, sudah disetujui oleh majelis hakim dan dibandingkan dengan pembanding asli.

Sementara, tergugat satu yakni kuasa hukum Kepala Urusan Agama (KUA) Mundu Kabupaten Cirebon, tidak memiliki bukti asli, sehingga akan dilakukan sidang ditempat pada Jumat tanggal 22 Januari 2021.

"Tadi agendanya menyerahkan bukti surat dan bukti tambahan dan dibuktikan dengan pembanding asli, hasilnya sudah di setujui oleh majelis hakim, yang belum lengkap bukti dari tergugat 1, mereka tidak memiliki bukti asli, nanti akan digelar sidang ditempat," katanya, Kamis, 14/01/2021.

Razman mengatakan, alasan lain sidang ditempat karena saksi sudah berusia lanjut. Selain itu, saat sidang ditempat pengunjung akan dibatasi termasuk kuasa hukum, atas permintaan majelis hakim.

"Alasan lain sidang ditempat karena saksi yang nanti dihadirkan sudah berusia lanjut, itu bagus agar semua terbuka, majelis hakim juga meminta pengunjung, kuasa hukum dibatasi. Apalagi sampai bawa-bawa preman," imbuhnya.

Disaat bersamaan, Razman juga menegaskan, kasus pembatalan buku nikah FS dan IE masih berjalan di PTUN Bandung, sementara untuk kasus pidananya sedang di proses di Polda Jateng.

"Pembatalan buku nikah ada di PTUN Bandung, dan pidananya ada di Polda Jateng," tegasnya.

Saat jalannya persidangan, terdaoat perbedaan data di KTP dan buku nikah milik FS, seperti perbedaan tanggal lahir. 

"Ini menjadi bukti atau menguatkan kalau buku nikah itu diduga rekayasa," ujarnya.

Disaat bersamaan kuasa hukum KUA Mundu yang juga sebagai Kasubag Hukum Kanwil Kemenag Provinsi Jabar, Haidar Yamin Mustofa menjelaskan pihaknya mengajukan 4 saksi kepada majelis hakim. Namun, hanya 2 saksi yang disetujui untuk sidang ditempat.

"Tadi kami mengajukan 4 saksi, tapi yang disetujui hanya 2 saksi yakni Rakim dan Sunadi yang dianggap mengetahui permasalahan ini," tutupnya.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar