Pelakor Sebut IE Pindah Agama, Istri Sah Ambil Langkah Hukum


Reporterjabar.com - Cirebon, Kasus persidangan perceraian dan akta palsu antara IE dan FS di Cirebon kian bergulir. Kini permasalahan baru muncul, yakni perebut suami orang (Pelakor) yakni FS menyebut bahwa suami yang diaku menikahinya secara siri yakni IE pindah agama dari Islam, Budha, dan Katolik. Namun, IE tidak dapat dibuktikan bahwa ia telah memeluk agama Islam.

Kuasa hukum istri sah yakni IE, Razman Arif Nasution mengatakan, FS menyebutkan bahwa kliennya beragama Islam seperti yang tercantum dalam KTP, namun tidak dapat dibuktikan.

"Klien kami tidak dapat dibuktikan pernah memeluk Islam, kalau menikah dengan wanita muslimah iya, tapi tidak dapat dibuktikan dengan data bahwa IE memeluk agama Islam," katanya, Sabtu, 23/01/2021.

Razman menegaskan, bila seseorang menjadi Mualaf, harus ada prosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku di agama Islam, seperti  mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun, mualaf harus memperhatikan syarat administrasi untuk melengkapi status sebagai Muslim di Indonesia.

"Tidak bisa begitu saja seseorang telah menjadi mualaf, harus ada proses pengucapan dua kalimat syahadat minimal disaksikan dua orang saksi yang tercatat dalam dokumen. Sesudah proses pengislaman, pengurus akan menerbitkan sertifikat. Nah, sertifikat ini yang dapat digunakan untuk mengubah KTP atau administrasi kependudukan lainnya," imbuhnya.

Selama ini, lanjut Razman IE tidak dapat  dibuktikan telah melakukan proses menjadi mualaf. Tapi kenapa tiba-tiba status agama di KTP versi FS menjadi Islam. Beda dengan KTP asli milik IE yang beragama Katolik.

"IE tidak dapat dibuktikan menjalani proses mualaf, FS bisa tidak menyebutkan siapa saksi saat IE mengucap dua kalimat syahadat, ada tidak dokumen yang menyatakan IE mualaf dan siapa yang mengeluarkan sertifikat mualaf tersebut, yang dapat menjadi acuan saat membuat KTP dan dokumen lainnya," tuturnya.

Razman juga mengatakan, kliennya IE akan mengambil langkah hukum, untuk membersihkan nama baik IE. Karena, FS dengan sengaja mengatakan IE sebagai pemeluk agama Islam dan  Budha kemudian Kristen.

"Kami akan mengambil langkah hukum, dengan cara FS yang menyatakan IE menyebar berita bohong dan pencemaran nama baik dan masuk media on line, jadi bisa dijerat dengan UU ITE nomor 19 tahun 2016," pungkasnya.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers