Dansektor 7 Sidak Pabrik Washing Bandel Kembali Beroperasi dan Buang Limbah Serat



Reporterjabar.com - Bandung, Dalam rangka penanganan dan menjaga lingkungan di Sungai Citarum, Dansektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Kav Purwadi  melakukan infeksi mendadak (sidak) ke pabrik CV. RC. Washing yang tetap membandel  membuang limbah ke Sungai Citarum yang  berlokasi di Kampung Cikambuy Desa Sangkanhurip RT. 05 RW. 10 Kabupaten Bandung. Sebelumnya pabrik RC. Washing sudah di Police Line karena melanggar membuang limbah ke Sungai Citarum, akan tetapi pemilik Pabrik RC Washing ini mencopot Police Line dikarenakan pemilik mempunyai utang ke Bank dan bingung untuk bayar, oleh karena itu pemilik kembali mengoperasikan pabriknya dan membuang limbah ke sungai Citarum.

Dansektor 7 Citarum Harum Kolonel Kav Purwadi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi pabrik washing yang sudah dua kali disidak dan sudah di police line oleh DLH Kabupaten Bandung dilepas dan beroperasi kembali.

Setibanya di lokasi Dansektor 7 menanyakan surat izin pengoperasian pabrik RC. Washing, akan tetapi pemilik tidak dapat menunjukan surat ijinnya. 

Menurut Dansektor 7 Kolonel Kav Purwadi, ini sudah jelas pelanggaran dengan sengaja melepas police line dan tanpa surat resmi pabrik beroperasi kembali. 

"Selanjutnya kami berkoordinasi dengan DLH kemudian akan dilakukan tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya, Selasa, 5/01/2021.

DLH Kabupaten Bandung Sirojul mengatakan, sampel serat yang diambil untuk di uji Lab karena serat limbah mengandung B3. Sebelumnya serat bekas pengolahan pabrik RC. Washing ini ditumpuk di bantaran sungai di dekat pabrik. "Menurut pemilik pabrik ini serat ditumpuk sengaja untuk menutup dinding yang tergerus dengan serat limbah yang diolah pabrik RC. Washing," katanya.

Tindakan tegas untuk pabrik ini kembali di Police Line dan diberikan sanksi sesuai Perda yang berlaku. Dengan menerapkan sanksi sesuai dengan Perda untuk sementara pabrik kembali disegel dan pemilik diharapkan agar mentati peraturan Perda tentang lingkungan.(Frans)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers