Akademisi: "Subang Punya Dua Sekda"


Reporterjabar.com – Akademisi asal Subang, Dr. Otong Rosyadi, SH, M.Hum,  menanggapi siaran pers tentang penjelasan proses pengangkatan PLH Sekda Subang. Dari penjelasan tersebut Otong menyimpulkan bahwa Kabupaten Subang memiliki dua orang Sekda yaitu Sekda Definitif dan PLH Sekda. Karena menurut kesimpulannya proses pemberhentian Aminudin selaku Sekda belum dilakukan. “Itu terungkap fakta bahwa pemberhentian Kang Amin itu belum dilaksanakan. Karena masih berproses. Pertanyaan saya kalau Pak Amin pemberhentiannya (kapan?). Karena tersangka itu masih sedang berproses maka dia masih Sekda, loh,” ujarnya kepada Reporterjabar melalui pesan suara, Selasa sore (19/1/2021).

Karena sambung dia walaupun berstatus tersangka tidak otomatis berhenti. “Karena tidak otomatis seseorang yang menjadi tersangka dia berhenti dan mestinya tidak perlu ada proses pemberhentian ke langsung di-SK-kan pemberhentian sementaranya kalau dia berhenti sementara. Tetapi kalau berhenti sebagai tersangka sebut saja dia berhenti sebagai tersangka. Jadi sekarang kalau begitu ada dua Sekda (secara) logika hukumnya, ya,” jelasnya.

Secara rasional, ketika pemberhentian Sekda Aminudin yang tersangka itu sedang dalam proses maka dia belum berhenti. “Kalau belum berhenti ada dua Sekda, (yaitu) ada Sekda definitif dan ada PLH Sekda itu yang pertama. Kemudian yang kedua itu di bagian paragraf bawahnya juga dijelaskan bahwa pengangkatan Pak Asep Nuroni ini katanya hanya untuk mengisi kekosongan selama 5 hari sebelum mengkonsultasikan siapa sebetulnya yang ditunjuk sebagai sebagai penjabat.

Kata dia ini menjadi masalah karena tidak ada penjelasan Asep Nuroni ini cuma untuk mengisi kekosongan lima hari. “Mengisi kekosongan lima hari sejak kapan? Harusnya sejak Pak Amin dinyatakan dia berhenti,” katanya.

Kata dia justru penjelasan Kepala BKPSDM menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang dua itu.

Namun dalam pesan suara tersebut Otong menyebut nama PLH Sekda dengan “Agus Nuroni”, harusnya menyebut” “Asep Nuroni”. 

Untuk mendengarkan secara utuh bis klik link dipaling atas.


Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers