Polemik Anggaran KONI Subang. Ini Solusinya

Reporterjabar.com - Polemik anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang merupakan mendeknya komunikasi internal. Hal tersebut diungkapkan Pengamat Kebijakan Kabupaten Subang, Lalang Herlana yang menyarankan supaya masing-masing pihak bisa duduk bareng saling berbicara. Ketika diminta komentarnya tentang swakelola anggaran perawatan dan rehabilitasi gedung KONI nilai 500 juta, Lalang menyebutkan dirinya belum bisa berkomentar jauh. Dengan alasan anggaran itu masih gelondongan belum diketahui ada berapa pekerjaan. "Dari penganggaran saya bertanya dulu apakah 500 juta rupiah itu satu pekerjaan atau ada beberapa pekerjaan atau beberapa item pekerjaan. 'Kan belum ketahuan. Kalau saya melihat itukan masih angka gelondongan belum ketahuan akan menjadi berapa SPK (Surat Perintah Kerja. red) jadi sebenarnya saya belum bisa berkomentar untuk masalah ini sah atau tidak karena item kerjanya belum ketahuan kan?" ujarnya bertutur kepada reporterjabar.com, Selasa (1/12/2020).

Maka dari itu dirinya masih belum bisa memberikan benar atau salah mengenai swakelola. Dia melihat dari kacamata penganggaran itu belum ada kesalahan apa-apa. Tidak ada yang bisa dipermasalahkan karena itu masih rencana. Karena masih dalam RAK atau Rencana Anggaran Kerja. Kata Lalang rencana itu sah-sah saja. "Diukurnya nanti direalisasi sesuai atau tidak dengan ketentuan. kalau menurut saya kan begitu. Saya belum bisa memberikan pendapat bisa di-swakelolakan atau tidak. Karena pekerjaannya masih belum jelas. Itemnya apa-apa saja. Bisa iya bisa tidak bisa boleh bisa tidak boleh. Masih tebak-tebakan dari RAB-nya," bebernya.
Kemudian Lalang bertanya apakah ini menjadi hak prerogratif Ketua KONI atau usulan dari cabang olah raga (cabor). "Saya juga gak tahu apakah ini (hak) prerogatif Ketua KONI atau datang dari cabor-cabor? Tetapi secara normatif penganggaran itu sifatnya bottom up. Diusulkan dari bawah," katanya.

Tetapi kemudian dalam proses pengajuannya akan ada penyesuaian dengan anggaran yang tersedia. "Makanya ada dong yang dicoret-coret untuk menyesuaikan dengan anggaran. Bergantung pada opsi-opsi yang ada," ujarnya menjelaskan.

Bagusnya kata Lalang kedua belah pihak yang mengkritisi maupun yang memegang mandat anggaran bisa duduk bareng untuk memberikan masukan tentang penggunaan anggaran dalam memajukan prestasi olahraga. "Saya juga berharap polemik ini bisa memberikan manfaat kepada prestasi olahraga Kabupaten Subang," pungkasnya.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar