Penggugat Tidak Hadiri Sidang Perceraiannya



Reporterjabar.com - Cirebon, Penggugat nikah siri FS tidak menghadiri sidang perceraiannya dengan IE. Sidang lanjutan ini digelar di Pengadilan Agama Sumber Kabupaten Cirebon. Walaupun FS tidak hadir, sidang perceraian tersebut dihadiri oleh kuasa hukumnya. Sidang lanjutan ini, mendengarkan keterangan saksi dari pihak tergugat IE, dengan menghadirkan 3 orang saksi. Salah satu saksi yang dihadirkan merupakan mantan pekerja di rumah FS.

Saat menjadi saksi IL mengatakan proses jalannya persidangan, pihaknya dituduh sebagai wanita idaman lain. Sementara, FS sebagai istri sah. Namun, sudah dibuktikan ke majelis hakim kalau pihaknya lah yang merupakan istri sah dan didukung dengan dokumen buku nikah yang sah.

"Saya di tuduh Pelakor ini lucu tapi sudah saya buktikan dengan dokumen lengkap, yang pelakor itu FS," katanya, Rabu, 2/12/2020.

Selain itu, IL juga sempat mempertanyakan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik FS, karena nama KTP penggugat selalu berubah-ubah. 

"Di KTP tertulis FS, tapi ada KTP lain yang menuliskan namanya sebagai FSE, ini yang benar yang mana. Karena nama di KTP tersebut tercantum juga di buku nikah dan ada perbedaan," ujarnya.

IL melanjutkan, seharusnya pengacara bisa memberikan dokumen identitas yang falid dan sesuai di semua dokumen negara, tidak ada perbedaan. Sebab, kalau identitas saja berbeda-beda, diduga ada rekayasa dalam pembuatannya.

"Aneh juga kok bisa dokumen negara, seperti KTP namanya berubah-ubah, ini harus ditelusuri," ungkapnya.

Disaat bersamaan Kuasa hukum IE Razman Arif Nasution mengatakan, saat persidangan majelis hakim mengetahui kalau pihaknya juga menjadi kuasa hukum ibu IL bukan IE, dalam gugatan PTUN Bandung. 

"Menurut kami bahwa hakim tahu bahwa ada masalah. Dan hakim juga tahu Bahwa saya pun sudah datang ke Polda Jawa Tengah dan Polda Jabar bahwa ada masalah dengan buku nikah," katanya.

Selain itu, dari keterangan saksi, di duga FS melakukan perselingkuhan, maka dugaan IE cemburu yang menjadi alasan awal persoalan terbantahkan.

"Keterangan saksi ada dugaan penggugat melakukan perselingkuhan. Ini mematahkan kalau dugaan awal klien kami IE pencemburu yang menjadi awal persoalan cekcok dalam rumah tangga," sambungnya.

Razman melanjutkan, kuasa hukum FS menerangkan kalau buku nikah bukan duplikat. Sementara, setahu pihaknya, kalau buku nikah itu duplikat yang sedang dalam proses hukum di Polda Jateng.

"Tadi di persidangan pihak penggugat melalui kuasa hukumnya mengatakan buku nikah bukan duplikat. Nah, sementara mereka mengaku buku aslinya dibawa oleh pak IE dan memang benar dibawa oleh pak IE, lalu ada pengajuan kepada KUA Mundu. Bahwa pak IE mengajukan untuk diterbitkan buku nikah dalam hal ini adalah buku nikah duplikat. Pertanyaannya, kok tadi di majelis hakim laporan lampirannya lain?  ini ada apa," tuturnya.

Usai sidang yang berjalan hampir dua jam ini, kuasa hukum FS tidak mau memberikan pernyataan dan langsung pergi meninggalkan Pengadilan Agama Sumber.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers