Pemberdayaan Masyarakat Digital dengan Kompetisi Desa Hackathon Cup Seri 1

Reporterjabar.com - Desa Hackathon Cup Seri I, merupakan ajang kompetisi nasional untuk menyambut transformasi digital dan menyambut terangnya Indonesia dibidang telekomunikasi. Saat ini Indonesia memiliki 1700-an perusahaan start up; yaitu perusahaan yang didirikan kurang dari lima tahun dengan pertumbuhan tertinggi ke-4 di seluruh dunia. Indonesia memiliki ratusan aplikasi yang sudah publish di Play Store atau berbasis web dan terdapat puluhan ribu website namadesa.id. Di perkirakan desa-desa digital akan mampu menggenjot perekonomian dari desa berkembang menjadi desa mandiri dan berpotensi menambah Produk Domestik Bruto. Ada sekitar 1,8 juta UMKM, 7275 lokasi-lokasi desa wisata (Kemendes 2019). 

Ariani Djalal penggagas Forum Insiatif Desa Digital dengan salah satu programnya Deda Hackathon menyatakan dalam paparan rencana program kerja bersama Staf khusus Menteri desa Ahmad Iman bahwa Kemendesa sangat mengapresiasi gagasan Desa Hackathon dan pentingnya transformasi digital di masyarakat perdesaan.  Ariani menjelaskan bahwa "terminology nama "hackathon" yang akan digelar di Indonesia ini berbeda dengan hackathon yang ada di luar negeri. Desa Hackathon merupakan program platform yang didedikasikan pada masyarakat pedesaan. Kompetisi Desa Hackathon merupakan hanya satu diantara kegiatan modelling pembangunan desa dari bawah yang mengandalkan partisipasi  masyarakat" 

Gagasan platform program Desa Hackathon disambut positif dan mendapat dukungan p Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia. Staf khusus Menteri desa Ahmad Iman menyatakan "Kemendesa tidak dapat sendirian dalam mengembangkan potensi desa, adanya gagasan Desa Hackathon sebagai platform program akan membantu desa kuat dan mandiri. Kami akan dukung sesuai dengan apa yang menjadi tugas pokok fungsi Kemendesa PDT. Kami mengapresiasi kompetisi ini yang akan memperebutkan Piala Bergilir Menteri Desa. Harapannya, Desa Hackathon akan mampu menjadi gerakan membangun secara gotong royong dan terus berkelanjutan. Desa akan menjadi lebih produktif dan inovatif," tuturnya.

Konsep Platform Desa Hackathon yang akan dibuka pada pertengahan Januari 2021 masih dalam pembahasan intensif dan akan terus dikembangkan. Desa Hackathon dapat tumbuh dan berkembang dengan keterlibatan publik, mendorong adanya investasi publik dan swasta, membantu memperkuat kebijakan pemerintah dan mendorong inovasi, untuk mencapai manfaat yang berkelanjutan.

Aptikom Siap Kepung Desa
Generasi Muda merupakan target strategis dalam mengembangkan platform Desa Hackathon. Berinvestasi pada masyarakat pedesaan merupakan satu diantara solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai persoalan yang kita hadapi saat ini. Kelaparan, kemiskinan, pemerataan sumber daya manusia, pengangguran dan migrasi paksa - semuanya memiliki akar yang dalam di daerah pedesaan. Namun jika kita tidak melakukan investasi di daerah perdesaan dan mengembangkan ekonomi pedesaan yang kuat dengan prospek menarik bagi kaum muda, mereka akan dipaksa untuk bermigrasi - pertama ke kota - dan kemudian, jika mereka tidak dapat menemukan pekerjaan yang layak - melintasi perbatasan ke negara tetangga dan sekitarnya.

Ariani Djalal penggagas Forum Inisiatif Desa Digital dalam pertemuan virtual dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM) pada tanggal 23 Desember mengajak para akademisi dan praktisi untuk bersama-sama menggodok konsep platform Desa Hacktahon dan gotong royong dalam akselerasi transformasi digital di perdesaan. "Saya sangat bangga dengan penerimaan APTIKOM yang siap bekerja di perdesaan. Dan ini sebagai peluang Desa Hackathon untuk terus bertumbuh kembang mendorong para mahasiswa yang kebanyakan tinggal di perkotaan untuk lebih memiliki minat kembali ke kampung halaman dan mengembangkan desa," katanya.

Dr. Nani Kurnia Hikmawati, SE, MM sebagai Wakil Sekretaris Jendral bidang eksternal APTIKOM sangat antusias dengan program Desa Hackathon dan siap mendukung kolaborasi yang produktif. "Saya pikir kami yang paling siap. Sampai dengan saat ini, jumlah anggota APTIKOM terdiri dari 850 Kampus Informatika dan Komputer serta 1.560 Program Studi. Dan memang sudah menjadi tugas akademisi dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat, apalagi Kampus Merdeka Belajar yang membutuhkan tehnologi informasi sebagai sarana belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia," katanya.

Pengembangan konsep modelling Desa Hackathon dan kajian akan terus dibahas dalam pertemuan lanjutan dalam rapat kordinasi dengan para stakeholder lainnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Eksekutif APTIKOM Solikin, S,SI MT, Dr. Prihandoko MIT, Dr. Eri Prasetyo Wibowo MM, Andi Chairunnas, M.Pd.M.Kom, Dr.rer.nat.Cecilia Esti Nugraheni, Wakil Bendum APTIKOM dan dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Universitas Parahyangan, Basuki Suhardiman dan Tim Desa Hackathon Zulfan Kurniawan. 


Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers