Lanjutan Sidang PTUN Bandung, Rencananya Akan Digelar Ditempat



Reporterjabar.com - Bandung, Sidang lanjutan kasus dugaan rekayasa pernikahan UE dan FS di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung berjalan tanpa dihadiri tergugat 2 intervensi yakni FS beserta kuasa hukumnya.

Sidang yang di mulai pukul 10.00 WIB penggugat mendengar jawaban dari kuasa hukum tergugat 1 yakni Kantor Urusan Agama ( KUA) Mundu, secara lisan.

Kuasa hukum penggugat Razman Arif Nasution mengatakan, sidang berjalan lancar, walaupun hanya dihadiri oleh tergugat 1, sementara pihak tergugat 2 Intervensi tidak menghadiri sidang.

"Sidang hari ini berjalan lancar, yang hadir hanya tergugat 1, tergugat intervensi 2 tidak hadir. Tadi kami sudah mendengar jawaban atas reflik kami. Tinggal menunggu jawaban dari tergugat 2 intervensi," katanya, Kamis, 16/12/2020.

Razman melanjutkan, hasil sidang di PTUN Bandung akan menentukan, putusan instansi lainnya, seperti Pengadilan Agama Sumber, Polda Jateng dan Polda  Jabar. Sehingga pihaknya, secara matang sudah menyiapkan bukti dokumen serta saksi yang memberatkan tergugat.

"Progresnya baik, kami yakin hasil PTUN Bandung positif, sehingga akan menggugurkan hasil sidang di Pengadilan Agama Sumber, serta kasus di Polda Jateng dan Polda Jabar," tuturnya.

Ia menyatakan, rencananya salah satu saksi yang dihadirkan ke PTUN Bandung penggali makam wali nikah FS. Walaupun, ada dugaan intimidasi terhadap saksi, pihaknya akan berupaya menghadirkannya ke PTUN Bandung. 

Selain itu, pihaknya juga berharap tidak ada lagi intimidasi terhadap saksi, bila ada pihak yang melakukan intimidasi saksi maka akan dibawa ke jalur hukum.

Sementara, Kuasa hukum KUA Mundu, Haidar Yamin Mustafa menjelaskan, pihaknya melihat reflik dari penggugat dan memberikan jawaban yang sama seperti sebelumnya. Karena dari reflik pihaknya melihat tidak perlu ada perdebatan.

"Setelah kita lihat tidak ada yang perlu diperdebatkan karena kami berpikir apa yang kami sampaikan didalam duplik pada intinya sama seperti jawaban. Makannya tadi memilih untuk disampaikan secara lisan yang pada pokoknya jawaban duplik kami tetap pada pendirian kami," katanya.

Pada sidang lanjutan, Haidar menjelaskan, nanti pada sesi alat bukti, pihaknya berencana menghadirkan saksi yang menjadi pencatat pernikahan.

"Karena saksi yang akan dihadirkan sudah berumur dan lebih dari satu.

Makannya kami akan berencana mengajukan sidang di Cirebon kepada majelis hakim yang biasa disebut sidang ditempat. Kalau kami berfikir gimana caranya kita bisa membuktikan bahwa surat dan dokumen didukung dan diuji oleh orangnya secara langsung ditempat," pungkasnya.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar