Koordinasi Upaya Pemenuhan Logistik Tes Swab di Subang

Reporterjabar.com – Terkait dengan melonjaknya jumlah suspect Covid-19 di Kabupaten Subang dan adanya kendala ketersediaan logistik tes swab, pihak satgas penanganan covid 19 Kabupaten Subang dan Provinsi Jawa Barat melakukan koordinasi dengan balai veteriner atau BPN Subang untuk mempercepat perolehan hasil swab Covid-19.

 

Dikatakan Kepala Balai Veteriner Subang, drh. Sodirun pernah mengalami kehabisan regent namun sempat diantisipasi dengan logistik dari FAO. "Oleh karena itu dengan adanya koordinasi ini ada jalan keluar yang bisa diambil dalam menyelesaikan ketersediaan logistik untuk selanjutnya. Pernah kita habis (logistik untuk test swab). Tapi kita ada dari FAO dan kita kontak kepada BNPB. Langsung dikirim," ujarnya usai rapat koordinasi di Balai Veteriner Subang, Selasa (15/12/2020)

 

Selanjutnya menurut Sodirun dalam hal ketersediaan logistik tes swab ini yang paling penting adalah ketersediaan sarana pendukungnya yang umumnya alat habis pakai. Sedangkan alat yang ada di balai veteriner adalah alat yang dipergunakan untuk kepentingan tes pada hewan. "Bisa saja digunakan untuk manusia, tetapi prioritasnya adalah untuk kepentingan tes pada hewan. Lalu bagaimaan jika diperlukan apabila ada wabah penyakit hewan?" ujarnya lagi sampbil menyebutkan beberap alat habis pakai yang dipergunakan.

 

Selanjutnya dikatakan oleh tim Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Aldy Rialdy mengatakan bahwa melalui koordinasi ini pihaknya bisa mengetahui berbagai kendala dan kebutuhan yang disampaikan masing-masing pihak. "Baik Satgas Covid-19 Kabupaten Subang maupun Balai Veteriner, oleh karena itu dengan hasil dari pertemuan ini akan diambil penyelesaian terutama dalam kaitannya mempercepat perolehan hasil sweep pasien covid-19," katanya.

 

Keberadaan balai veteriner Subang adalah untuk membackup dalam percepatan perolehan hasil swab pasien suspect Covid-19. Dengan adanya backup dari B-Vet bisa mempercepat perolehan hasil dibandingkan ketika sample dikirim ke Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers