Sidang Perceraian di Cirebon, Diduga Penggugat Hadirkan Saksi Palsu



Reporterjabar.com - Cirebon, Sidang lanjutan gugatan perceraian salah satu pengusaha di Cirebon yakni IE dan F, memasuki agenda pemanggilan para saksi serta penyerahan barang bukti tambahan yang berlangsung di Pengadilan Agama Sumber Kabupaten Cirebon.

Pengacara IE, Razman Arif Nasution mengatakan, sidang hari ini mengagendakan pemanggilan dan mendengarkan keterangan saksi  tersebut semakin membuka tabir, kebenaran yang sesungguhnya, karena menemukan fakta baru terkait tentang keberadaan wali nikah F

"Sebelumnya hakim sudah diingatkan jangan sampai dikabulkan, kenapa? Karena bahwa persidangan itu menemukan fakta baru diantaranya adalah tentang keberadaan Syamsuri sebagai wali nikah," katanya, Rabu, 11/11/2020.

Razman melanjutkan, saat persidangan hakim terkejut karena dari pihak penggugat menghadirkan keponakannya sebagai saksi dan diduga saksi yang dihadirkan merupakan rekayasa.

"Ketika kami konfirmasi kepada saksi mengenai orang tua F dia mengenalnya tapi tidak ingat wajahnya karena tidak sempat melihat wajah orang tua F saat ada acara keluarga. Ini kan menjadi pertanyaan," imbuhnya.

Selain itu, ketika ditunjukkan bukti bahwa sebagai wali nikah pernikahan IE dan F pada tahun 2003 itu di Cirebon dibuktikan dengan tulisan Samsuri. Padahal, Samsuri sudah meninggal pada tahun 1995.

"Saya tunjukkan ini makam Samsuri, ini batu nisannya meninggal tahun 1995. Hakim kaget dan mengatakan pada waktu pembuktian tolong berikan ke kami itu di legalisir sebagai keterangan yang asli," terangnya.

Saksi ketiga pun diduga memberikan keterangan palsu, karena yang bersangkutan mengaku sebagai tetangga tetapi tidak tahu menahu dinamika rumah tangga IE dan F sebagai tetangganya kala itu.

"Saya tanya apakah anda tau pernah ada keributan? dia bilang tidak tahu. Apakah ada pertengkaran tidak tahu. 

Sementara di dalam materi gugatan mereka dikatakan cekcok, IE pencemburu kemudian ada wanita idaman lain, sehingga IE meninggalkan rumah," ujarnya.

Sementara, kuasa hukum penggugat Yudia Alamsyah mengatakan, 

Disaat bersamaan pengacara Fifi Sofiah atau Bunda Isun, Yudia Alamsyah mengatakan persidangan persidangan tetap dilanjutkan karena Pengadilan Agama sumber berwenang untuk mengadili perkara tersebut dan secara hukum membantah semua apa yang dinyatakan oleh pihak tergugat bahwa legalitas pernikahannya juga tidak sah palsu. 

"Disini sudah dibuktikan oleh pengadilan agama sumber yang sudah dikaji secara hukum secara bukti secara dan diputus dengan putusan sela bahwa perkara tersebut tetap lanjut, sekarang bukti dari lanjutnya perkara itu hari ini adalah keterangan saksi dari kami penggugat," katanya.

Menurut Yudia, proses hukum di Pengadilan Agama masih profesional dari pernikahan Fifi dan IE sudah dapat dibuktikan dan Pengadilan Agama Sumber berwenang untuk mengadili perkara tersebut atas esensi dari pihak tergugat 3 orang untuk saksi.

"Kami melihat dari tergugat ada itikad tidak baik ingin menghilangkan status cukup kami mengambil langkah hukum untuk memperjuangkan hak-hak kami jangan disepelekan atau dibuang haknya secara hukum karena pernikahan itu ada hak dan kewajiban jangan seenaknya meninggalkan menikahi orang lalu meninggalkan pindah agama ke satu agama yang lainnya inilah yang perlu kami luruskan," ujarnya.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar