Tokoh Sunda heran atas penolakan ganti nama “Jawa Barat” jadi “Sunda”

Reporterjabar.com – Wacana  perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda semakin mengemuka. Ratu Agung Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Noviyanti Maulani mengaku heran dengan sikap beberapa anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat ada yang menolak usulan yang muncul dari para tokoh itu. Menurut Novi selaku penggagas nama Provinsi Sunda, wakil rakyat seharusnya mendengar, menyerap bahkan ikut dalam proses dan dinamika yang terjadi di dapilnya. "Bukannya menolak," tegasnya dihadapan wartawan di Subang, Senin (26/10/2020).

Kemudian dia meminta kepada anggota DPR supaya mendengar dengan seksama yang menjadi aspirasi di Dapilnya. "Tolong dengarkan dengan seksama, kami ini tidak meminta macam-macam. Bukan meminta ada parpol lokal seperti di Aceh, bukan juga meminta keistimewaan seperti Yogyakarta. Kami juga tidak perlu dikhususkan seperti saudara kami di Papua. Kami cuma minta ganti nama saja. Itu Cukup," tandasnya.

Lalu Novi memberikan contoh kondisi di Provinsi Papua yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang dari daerah lain. Namun para pendatang yang sudah bermukim turun temurun di Papua tetap mengikuti adat istiadat Papua sebagai penghormatan. "Begitu juga Sunda, Tatar Sunda atau Pasundan juga ingin memunculkan ciri khas adat dan kebudayaan daerah," katanya.

Terlebih menurut dia kewenangan pergantian nama sebuah provinsi itu kewenangan Mendagri atas persetujuan Gubernur terlebih dahulu. "Jadi anggota DPR tidak perlu menolak segala, " imbuh Novi.

Dikabarkan, dua anggota DPR RI Dapil VIII, Selly Andriany Gantina dan TB Hasanuddin dari Dapil IX menyatkan menolak rencana penggantian nama "Provinsi Jawa Barat" menjadi "Provinsi Sunda".

Selly menyatakan bahwa perubahan nama Provinsi Tatar Sunda itu kurang layak. "Kita mempunyai beberapa suku. Kemudian, ada Priangan dan Pantura. Jangan sampai memunculkan keinginan daerah lain untuk membuat provinsi sendiri," kata Selly seperti dirilis berkeadilan.com.

Dikabarkan politikus PDI Perjuangan ini mengaku siap pasang badan memprotes wacana tersebut. Selly beralasan keberagamaan di Jabar tetap dipertahankan.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar