Sidang Perceraian di Cirebon Berjalan Alot Karena Harta Gono Gini



Reporterjabar.com - Cirebon, Sidang lanjutan yang digelar di pengadilan Agama Kabupaten Cirebon berjalan alot saat mediasi. Karena, penggugat yang mengaku istri kedua yakni F mengaku tidak akan meminta apa-apa hanya ingin proses perceraian berjalan cepat. Namun kenyataannya, saat berjalannya sidang F meminta harta gono-gini yang terbilang wah, salah satunya adalah sebidang tanah yang nilai jualnya mendekati Rp 100 miliar, selain itu ia juga meminta sejumlah kendaraan dan rumah. 

Kuasa hukum tergugat Razman Arif Nasution mengatakan, permintaan F kecil kemungkinannya dikabulkan karena tidak memiliki dasar yang kuat.

"Yang menjadi dasar adanya gugatan perceraian di Pengadilan Agama Sumber adalah buku nikah. Sementara, keaslian buku nikah masih dalam proses hukum di PTUN Bandung dan masih menunggu hasilnya," katanya, Rabu, 21/10/2020.

Beberapa poin permintaan penggugat mustahil dikabulkan, pasalnya tidak pernah ada pernikahan secara negara yang ada hanya pernikahan sirih, namun ia akan menyampaikan hasil sidang mediasi kepada kliennya.

"Tidak ada pernikahan secara negara hanya nikah siri dan klien saya tidak pernah menandatangani dokumen apapun," imbuhnya.

Ia menyatakan, PA Sumber Kabupaten Cirebon sebenarnya tidak memiliki landasan untuk melanjutkan sidang perceraian karena buku nikah yang dibawa F ke ruang sidang dipertanyakan keasliannya.

"Klien saya memiliki istri IE sah secara negara. Kami menduga ada unsur untuk mengulur waktu, sehingga persidangan berjalan lambat. Walaupun sudah masuk sidang ke delapan tapi belum ada hasil yang ke arah penyelesaian," pungkasnya.(Frans)

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar