Ketua Gampil Perlihatkan Bukti Dugaan Suap dari Mr. "W"

Reporterjabar.com – Puluhan warga Subang yang tergabung dalam LSM Gerakan Muda Peduli Lingkungan (Gampil) melakukan aksi. Dalam aksinya Ketua LSM Gampil, Enjang "Black" Taufik Hidayat memperlihatkan sejumlah uang yang diklaimnya sebagai bukti dugaan suap yang kata dia dari Mr. "W". "Saya prihatin ini membuktikan di Subang masih rawan suap-menyuap. Saya berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Jimat – Akur agar membina anak buahnya supaya tidak mempraktekan suap," ujar Enjang sambil memperlihatkan bukti uang dugaan suap ketika aksi di kantor Pemda Subang, Selasa (13/10/2020).

Massa di Kantor Pemda Subang ditemui oleh Kepala badan Kesatuan Bangsa, Udin Jazudin. Sebelumnya mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. "kami (sebelumnya) ke sana (Dinas Kesehatan) ingin bertemu dengan Kepala Dinas (Kesehatan Kabupaten Subang). Sayangnya tidak bisa bertemu," ujar Enjang lagi.

Tuntutan yang disuarakan LSM Gampil terkait temuan kasus dalam pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di puskesmas-puskesmas.

Dalam selebaran yang dirilis menyebutkan adanya dugaan indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dengan adanya pemenang 4 proyek oleh satu perusahaan. "Kemudian dugaan perusahaan tidak sesuai dengan dokumen pengadaan. Sistem manajemen K3 tidak diterapkan," ujar Enjang membacakan tuntutannya.

Selanjutya kata dia adanya dugaan pelanggaran undang-undang nomor 2 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Jasa Konstruksi. Tenaga ahli yang tercantum di dalam dokumen penawaran tidak hadir di lapangan.

Kemudian pelaksanaan tender melewati ketentuan jadwal LPSE. "Dan kami melihat adanya dugaan pelanggaran undang-undang nomor 5 tahun 1999 tentang monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, yaitu penggunaan suplayer barang hanya satu produk tertentu saja. Itu pun dengan menerapkan ketentuan yang memberatkan. Ada indikasi dugaan kongkalikong antara penyedia barang. Sehingga perusahaan dari Subang tidak sanggup mengikuti proses lelang," katanya lagi.

Lantas dia membeberkan nama-nama inisial perusahaan yang menangani IPAL yaitu CV. TMJ menangani IPAL di Puskesmas Rawalele, IPAL di Puskesmas Purwadadi, IPAL di Puskesmas Pagaden Barat, IPAL di Puskesmas Pabuaran. CV. BKT menangani IPAL di Puskesmas Ciasem, IPAL di Puskesmas Cilamaya, IPAL di Puskesmas Cipeundeuy, IPAL di Puskesmas Jalancagak.

Lalu dia juga menyampaikan adanya dugaan pemotongan honor sukarelawan di tiap-tiap Puskesmas-Puskesmas untuk diberikan dalam pemotongan tersebut diduga untuk kegiatan afirmasi.

Aksi berlangsung aman dan damai.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar