Kasus Presekusi Ustadz Hasan Percikan Politik

Ilustrasi. Sumber Republika

ReporterJabar.com – Kasus dugaan presekusi yang dilaukan oleh HS kepada Ustadz Hasan merupakan percikan dari dinamika politik yang tengah berlangsung. Menurut Tim Kuasa Hukum Ustadz Hasan yang tergabung dalam Kantor Hukum Sembilan Bintang, Rd. Anggi Triana Ismail, SH, menyebutkan adanya keterdampakan dari permainan kepentingan elit politik. "Tentunya ini juga nggak akan terlepas dari keterdampakan permainan kepentingan elit politik, ya. Walaupun mereka cuman imbas dari setumpuk perpecahan yang ada saja," ujarnya kepada ReporterJabar.com, Kiamis (22/10/2020).

Kata dia akhirnya banyak skema adu domba yang kemudian lahir juga ideologi dan fanatisme. Akhirnya berantem sesama anak bangsa. Kita berharap dengan kasus ini bisa memberikan pelajaran penting kepada kedua belah pihak untuk saling berintrospeksi. "Khususnya kepada pelaku," ujarnya singkat.

Lebih luasnya kata Anggi ada pelajaran penting kepada masyarakat supaya lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Maka dari itu sambung Anggi sekalipun terlapor ini meminta maaf kepada korban secara moral dimaafkan. "Tetapi sebagaiman criminal justice system kita akan kawal sampai ke meja persidangan sesuai dengan harapan klien kami secara hukum pidana ini akan tetap berjalan sampai ke persidangan putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde)," tuturnya.

Lalu Anggi mengatakan proses hukum kliennya hingga kini dalam penyelidikan dengan pemanggilan Ustadz Hasan yang kedua kalinya berikut tambahan beberapa saksi-saksi. "Sesuai dengan kaidah KUHAP aparat penegak hukum diberikan kesempatan 30 hari kerja untuk proses lidiknya. Pemanggilan kedua kali (Ustadz Hasan) untuk melengkapi proses lidiknya," jelasnya.

Proses ini merupakan kelanjutan dari dugaan presekusi HS kepada korban yaitu pemukulan yang kemudian viral di media sosial.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar