Jika tidak Terbitkan Perpu, Ganti Presiden

ReporterJabar.com - Ribuan buruh Subang melakukan aksi demonstrasi ke DPRD Kabupaten Subang menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja. Salah satu orasi penolakan disampaikan seorang perwakilan buruh, Warlan, SE meminta supaya presiden mengeluarkan Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang untuk membatalkan Undang-Undang Cipta Kerja yang kontroversial. "Sebenarnya tidak menginginkan adanya pelengseran presiden tetapi apabila presiden tidak berani mengeluarkan Perpu untuk membatalkan undang-undang Cipta maka maka tidak ada pilihan lain bahwa harus ada pergantian presiden," ujarnya dalam orasi di depan kantor DPRD kabupaten Subang, Kamis (22/10/2020).

Pada bagian lain dia menyampaikan bahwa dalam undang-undang Cipta Kerja banyak ketidakjelasan seperti batasan pekerja asing yang diperbolehkan bahkan dia menduga dengan undang-undang serta kerja akan meminggirkan tenaga kerja dalam negeri dan memberikan keleluasaan kepada tenaga kerja asing. Dia juga menyesalkan pengesahan UU Cipta Kerja pada 5 Oktober lalu beralasan dengan pandemi Covid-19.

Aksi ini diikuti dari berbagai organisasi buruh yang datang dari kecamatan-kecamatan baik di Pantura maupun Kota Subang. Mereka ingin bertemu dengan sagita DPRD Kabupaten Subang untuk menyampaikan aspirasi.

Aksi ini merupakan kedua kalinya dengan agenda penolakan kepada UU Cipta Kerja. Pertama kali demo

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar