Gigin Serius Majukan Cabor Panjat Tebing di Subang

Reporterjabar.com - Menggeluti olahraga yang penuh tantangan fisik menjadi keunikan tersendiri. Kerja keras terbayar apabila kemudian bisa berprestasi membanggakan. Itu pula yang dirasakan Gigin Sulanjana selaku Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Subang yang serius untuk memajukan cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Dibuktikan dengan raihan prestasi atlit panjat tebing Subang berhasil dikelompok umur berhasil junior meraih emas di Kejuaraan Daerah Jawa Barat yang dilaksanakan di Cikole. "Kemudian (medali) perak dikelas speed climbing di Kejuaraan daerah untuk kelompok umur 17 tahun," ujarnya kepada reporterjabar.com, Rabu (7/10/2020).

Lebih membangga lagi ketika dibabak final berhadapan dengan daerah yang memiliki sarana lebih lengkap. "Seperti saat meraih (medali) emas di Cikole harus berhadapan dengan Kabupaten Bogor. Kita tahu (Kabupaten) Bogor memiliki wall climbing indoor sehingga bisa latihan tanpa terpengaruh cuaca," katanya.

Untuk itu dia berharap kepada KONI Subang untuk memfasilitasi tempat latihan cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Sebab dicabor panjat tebing ada 3 nomor lomba yaitu Lead Climbing, Speed Climbing dan Bouldering/ "Yang masing-masing memiliki teknis khusus serta memerlukan venue khusus," katanya.

Dengan sarana yang ada di Cadika sekarang dipaksakan sebagai tempat latihan untuk speed climbing. Sedangkan untuk kategori lainnya seminggu sekali ke Cikole untuk latihan. "Itu dengan logistik (biaya sendiri) sendiri," imbuhnya.

Kemudian Gigin bercerita tentang suka-duka menjadi Ketua FPTI Subang. Terutama dalam setahun memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada masyarakat. Uniknya animo masyarakat kepada panjat tebing kelihatanya sangat penasaran tapi masih takut-takut. "Mereka lebih ke penasaran. Ingin mencoba tapi masih takut. Kemudian kita coba perlihatkan kepada masyarakat bahwa panjat tebing adalah olahraga yang menyenangkan. Makanya kita perlihatkan dengan mengutamakan keselamatan. Safety-nya kita utamakan," katanya.

Kemudian dia bercerita ternyata ada atlit panjat tebing asal Subang yang telah menjuarai tingkat internasional. "Dia itu Teh Tita Supita yang pernah menjuarai tingkat dunia di Olimpiade Beijing. Memborong (medali) emas di PON XIX kemarin tetapi memperkuat DKI Jakarta," katanya.

Kata Gigin dengan Tita sampai kini terus menjalin komunikasi dalam hal arahan latihan. "Karena kami kesulitan untuk mendatangkan beliau ke Subang. Sebab Teh Tita sekarang bekerja di Aceh. Makanya kita berkomunikasi melalui WA untuk mendapatkan kurikulum latihan yang kita laksanakan di sini," terangnya.

Berkat kurikulum yang diberikan oleh Tita selama ini kata Gigin telah menunjukan hasilnya. "Dari kurikulum yang diberikan (Tita) kepada kami hasilnya kelihatan dari hasil evaluasi setiap minggunya," jelasnya lagi.

Hasilnya sudah terlihat ada beberapa atlit unggulan yang bisa diandalkan dalam memborong medali emas. "Kita tengah membina empat orang sebagai atlit unggulan dari berbagai nomor lomba dan kelompok umur. Saya optiomis dengan berbekal pengalaman dan kurikulum Teh Tita kita bisa memborong emas di Porda nanti," jelasnya.

Kemudian dia kepada KONI meminta adanya venue latihan yang representatif. "Saya ada keinginan memanfaatkan SKB (Sanggar Kegiatan Bersama, red) di Sukamelang. Lokasi di sana bisa dijadikan tempat yang baik," katanya.

Supaya atlit bisa latihan tanpa harus keluar Subang. Gigin khawatir jika latihan di luar Subang atlit binaannya ada yang mengajak memperkuat daerah luar. "Ini jadi kekhawatiran saya selaku Ketua FPTI Subang. Sebab kita tidak punya kekuatan apabila ada yang mungkin merayu atlit. Karena pernah juga daerah lain mengadakan latihan bareng di sini dengan tujuan mencari bibit unggul di Subang," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar