"Galagar Odéng" Menggelegar di Penjuru Nusantara

Reporterjabar.com - Kehadiran Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri IV tingkat Nasional mendapat sambutan hangat ribuan penari lintas budaya se-Nusantara. Lagu wajib festival ini,  berjudul 'Galagar Odeng' menggema di seluruh penjuru Negeri.  

Mereka para penari dari berbagai daerah silih berganti mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara dalam hal ini,  Lembaga Adat Karatwan (LAK)  Galuh Pakuan, bekerjasama dengan Kemendikbud dan Kemekominfo. Secara virtual, ucapan terimakasih itu diungkapkan dalam rekaman video yang dikirimkan untuk mengikuti festival.  

Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Seri IV ini menarik minat sebanyak 1.303 penari tidak kurang dari 16 provinsi se-Indonesia. Misalnya, ada pendaftar festival grup Seniman Klungkung Berani (Sekuni) dari Provinsi Bali dan penari dari Rumah Budaya Nusantara Wongso Arum Kabupaten Banyuwangi. Paling jauh, ada peserta yang mendaftar dari Dumai,  Riau dan Kalimantan.  

Salah satu peserta,  Agung Putra Dalem selaku pengasuh Grup Sekuni, mengaku senang bisa ikut meramaikan Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Seri IV. Meski dia dan grupnya bukan penari jaipong asli karena dari Bali, tapi mereka menikmati proses latihan dan rekaman menggunakan lagu Galagar Odeng.  Menurutnya,  antara kebudayaan Sunda dan Bali masih terdapat banyak benang merah apalagi masih dalam bingkai Nusantara.  

"Kami senang ada saudara se-Nusantara, LAK Galuh Pakuan yang menyelenggarakan Festival Jaipong Kreasi Seri IV. Apalagi dengan hadiah pembinaan yang wah.  Galuh Pakuan menyatukan Nusantara dengan tarian,  dengan kebudayaan," kata Agung.  

"Kami tidak lain untuk mencari tambahan pengalaman. Tidak untuk juara. Mengasah kemampuan murid menarikan tari daerah lain. Semoga nantinya bisa diterima oleh khalayak dan para juri, " sambungnya.  

Senada dengan peserta dari Bali,  Pengasuh Rumah Budaya Nusantara Wongso Arum, Miswati dari Kabupaten Banyuwangi bangga bisa ikutserta berkolaborasi dalam festival ini.  
"Melalui ajang ini, merajut persatuan lewat seni tradisi kolaborasi gerak tari Banyuwangi Jatim dan Jabar. Semoga sukses kami ucapkan kepada Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, kepada Kemendikbud, dan Kemenkominfo serta kepada segenap panitia. Salam Budaya!" ucapnya.  

Sementara itu,  Ratu Agung LAK Galuh Pakuan Noviyanti Maulani yang juga memimpin langsung kepanitiaan pelaksana Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Seri IV ini mengaku kaget dengan antusiasme ribuan peserta dari berbagai daerah.  Baginya,  ajang ini merupakan even budaya terakbar saat ini yang pernah dihelat oleh LAK Galuh Pakuan.  

"Sekarang ini, dalam tahapan para peserta yang sudah mendaftar memproduksi video rekaman tarian jaipong menggunakan lagu Galagar Odeng seperti ketentuan. Masih ada waktu sampai akhir Oktober. Lalu mulai awal November, dilakukan penilaian secara live streaming oleh para juri," kata Novi.  

Novi optimis kemajuan budaya asli Nusantara akan terus berkembang dan tidak akan tenggelam oleh arus budaya global.  Galuh Pakuan ingin menunjukkan bahwa identitas budaya lokal itu begitu indah penuh unsur artistik. 

"Lagu Galagar Odeng yang dipakai dalam setiap tarian peserta memiliki makna sejarah tinggi dan terbukti mampu mempersatukan dan menghidupkan kesenian tradisional Bangsa Indonesia. Galuh Pakuan tidak akan berhenti melestarikan budaya dan menjadikan budaya lokal sebagai jati diri bangsa kita, " kata Novi berapi-api.  

Bagi yang ingin menyaksikan penampilan ribuan peserta Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Seri IV ini bisa ditonton secara gratis secara virtual di akun Youtube LAK Galuh Pakuan,  Pandu Digital Subang, Kemenkominfo, dan Kemendikbud mulai 1 hingga 30 November 2020. 

"Silakan saksikan dan dukung peserta favorit kalian dengan cara like sebanyak-banyaknya.   Karena video peserta terbanyak ada hadiah khusus," tutup Novi.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar