Wartawan Cirebon Pertanyakan Sikap Tertutup Polres Cirebon Kota



Reporterjabar.com - Cirebon, Keterbukaan informasi di era digital saat ini menjadi keharusan yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya ditubuh Polri yang selalu mengupdate informasi terbaru ke publik.Sementara di Polres Cirebon Kota (Ciko), keterbukaan infomasi hasil kinerja jarang diungkap ke publik, sehingga masyarakat tidak mengetahui hasil kinerja polisi seperti pengungkapan kasus kriminal maupun penyalahgunaan obat - obatan terlarang. 

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon Moh. Noli Alamsyah mengaku, terkejut mendengar keluhan dari para wartawan di Cirebon yang merasa kesulitan untuk bertemu Kapolres Cirebon Kota. 

"Dulu ketika saya masih di lapangan dan menjadi wartawan yang ngepos di Polres Cirebon Kota, hubungan kami sangat baik. Informasi mudah didapat dan kapolres waktu itu Pak Krido Sudibyo sangat welcome sama wartawan. Terakhir, kami dari PWI Cirebon membangun kemitraan yang sangat baik dengan Pak Indra Jafar  dan Pak Roland, Kapolres sebelumnya. Bahkan, Pak Indra Jafar itu ketika baru menjadi kapolres justru langsung datang ke kantor PWI untuk silaturahmi. Pak Roland juga mengajak kami ngopi bareng. Pak Indra dan Pak Roland sangat dekat dengan teman-teman wartawan," katanya, Minggu, 13/9/2020

Menurutnya, antara PWI dengan Kapolres Cirebon Kota tidak ada persoalan apapun. Kalaupun pun temen-temen di lapangan mengalami kesulitan, ia berharap bisa ada kemudahan dalam mengakses berita maupun informasi terkait dinamika Kamtibmas di Kota Cirebon.

"Bagaimanapun, hubungan kemitraan harus terbangun. Pihak kepolisian butuh wartawan. Sebaliknya, wartawan juga butuh pihak Polres Cirebon Kota. Keduanya saling membutuhkan, sehingga perlu bermitra dengan baik," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya, Faisal Nuratmaan, sebagai institusi penegak hukum, pengungkapan kasus yang disampaikan dalam siaran pers atau pers rilis dinilai wajib hukumnya, karena dari situlah masyarakat bisa menilai keberhasilan institusi penegak hukum dalam penegakan hukum di wilayah hukumnya.

"Pertanyaan sederhana kenapa?  ada apa dengan penegak hukum di Polres Ciko, apakah anti publikasi atau ada permasalahan lain atau mungkin keberhasilan mereka tidak mau diketahui masyarakat," ujarnya.

Faisal melanjutkan, belum adanya benang merah tersebut sampai dengan saat ini menjadi pertanyaaan besar perusahaan media di wilayah Cirebon Kota. IJTI Cirebon Raya menilai permasalahan ini hendaknya bisa diselesaikan dengan cara musyawarah dan duduk bersama, agar kemitraan media dan Polres bisa terjalin dengan baik.

"Saya yakin, petinggi Polres Ciko tidak anti media dan tidak anti publikasi , permasalahannya hanya tinggal menyatukan misi dan visi agar bisa menjadi mitra yang baik seperti sebelumnya," katanya.

Sementara, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Cirebon Muslimin mengatakan, ekspos pengungkapan kasus oleh pihak kepolisian merupakan sebuah pertanggungjawaban Polisi kepada masyarakat atas kinerjanya. Maka patut dipertanyakan, jika polisi tidak pernah mempublikasikan hasil pengungkapan kejahatan yang terjadi di wilayahnya. 

"Wajar saja, jika publik berpikir negatif atas kerja Polres Cirebon Kota atas pengungkapan kasus-kasus yang ada. Apakah kasus tersebut dilanjutkan, apakah kasus itu berhenti atau dipeti es kan masyarakat tidak tahu," pungkasnya.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar