Warga Subang Terima Beras PKH Bau Apek dan Berkutu

Reporterjabar.com - Di masa Pandemi Covid-19 warga Blok rambutan Kelurahan Cigadung Subang Jawa Barat menerima beras pembagian yang tidak layak konsumsi. Menurut Enjang Taufik Hidayat, salah seorang keluarga penerima manfaat (KPM) menyebutkan kondisi beras yang diterimanya berbau apek dan berkutu. "Setelah saya buka karungnya ternyata beras pembagian berbau apek dan berkutu," ujanya kepada ReporterJabar.com, Minggu (27/9/2020)
Kemudian kata Enjang dirinya merasa kecewa dengan kondisi beras pembagian melalui melalui Bulog tersebut. Dia meminta untuk diganti dengan kondisi beras yang layak konsumsi. Hingga kini dia bersama warga lainnya tidak berani mengkonsumsi beras pembagian tersebut. Bahkan tetangganya menjual beras bagiannya untuk pakan hewan peliharaan dengan harga yang jauh lebih murah.
Kata Enjang, dirinya bersama warga Blok Rambutan Cigadung RT.49 RW.13 berharap kepada Bulog untuk bisa menggantinya. "Karena bagaimanapun dengan bantuan beras tersebut kami sangat membutuhkannya apa lagi dijaman sekarang ini susah mencari duit. Tapi kami dapat bantuan beras malahan berasnya tidak layak konsumsi," tuturnya.
Kata Enjang beras yan diterima dalam kemasan yang bertuliskan Bulog dari Jakarta.
Kemudian saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Deden Hendriana membenarkan bahwa bantuan beras adalah bantuan langsung dari Kementerian Sosial dengan berat 15 kiloo per karung yang dibagikan untuk 2 bulan dalam Program Keluarga Harapan (PKH). "Masalah beras layak tidak layak itu mah tergantung KPM (Keluarga Penerima Manfaat, red). Kalau menemukan yang tidak layak itu tinggal laporkan kepada yang mengantarkan dulu misalnya Bulog. (Bilang) saja ini tidak layak. Nanti kami juga secara kedinasan akan menanyakan hal ini kepada Bulog," jelasnya.
Kata Deden kepada penerima supaya membuat laporan mengenai lokasi pembagiannya. "Nanti buat laporan lokasinya di mana sebagai bahan laporan di lapangan," katanya lagi.

Posting Komentar

0 Komentar