Usulan 2 M untuk DOB Pantura, Bupati Subang Akui Salah Sebut. Aslinya Segini

Reporterjabar.com – Bupati Subang, H. Ruhimat (Kang Jimat) mengakui pernyataan usulan anggaran untuk Daerah Otonomi Baru (DOB) Pantura Subang sebesar Rp2 milyar adalah salah sebut. "Maaf, ya saya salah sebut," ujarnya kepada Reporterjabar.com yang didampingi wakil Bupati Subang, Agus Masykur (Kang Akur) dan Sekretaris Daerah (Sekda), H. Aminudin (Kang Haji Amin) usai menghadiri peresmian Kegiatan MTQ Ke-36 Tingkat Jawa Barat di halaman Pemda Subang, Jum'at malam (4/9/2020).
Kata Kang Jimat usulan anggaran sebenarnya adalah Rp500 juta. Usulan tersebut untuk kajian pemekaran dan segala hal berkaitan dengan pemekaran.
Lalu Wakil Bupati Subang, Kang Akur menjelaskan anggaran sebelumnya sebesar Rp400 juta tidak terserap dan dikembalikan lalu dianggarkan dalam anggaran perubahan. "Kemudian ada penambahan lagi untuk kajian-kajian konsultasi kajian ke-Pantura-an," katanya.
Kemudian ditambahkan Sekda, Kang H. Amin bahwa dalam kajian pemekaran itu dibutuhkan perbaikan-perbaikan. "Ada banyak hal yang harus dilakukan baik secara kajian maupun secara dokumen. Untuk itulah kita memandang perlu untuk dianggarkan kembali," katanya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Bupati Subang menyebutkan bahwa untuk kajian DOB Pantura pihaknya mengusulkan anggaran sebesar Rp2 milyar untuk proses pengajuan dan kajian saat ditanya wartawan usai main bola bersama wartawan dan Dandim di lapang Yonif 312 Subang akhir Agustus 2020 lalu.
Sehari kemudian pernyataan Kang Jimat ditanggapi pengamat sosial Subang, Budi Setiadi yang menanggapi anggaran Rp2 milyar terlalu besar kalau hanya untuk kajian dan pengajuan DOB. Budi meminta Pemda memperjelas peruntukannya. "Apakah perlu anggaran semahal itu? Sedangkan untuk infrastruktur apakah cukup? Pemda Kabupaten Subang perlu memperjelas peruntukannya. Kalau seperti itu (nilainya Rp2 milyar) dikhawatir jadi bancakan," ujarnya kepada Reporterjabar.com melalui telepon, Selasa (1/9/2020).
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar