PPM Al-Jumhuriyah Gelar Maha Karya Santri (MKS) Spektakuler

Reporterjabar.com - Keren, mungkin bahasa itu yang bisa mewakili gelaran Maha Karya Santri (MKS) ke-6 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Jumhuriyah Ciater kabupaten Subang. Bagaimana tidak, gelaran Maha Karya Santri di kemas secara apik dengan didukung set panggung megah dan setting acara professional, berhasil mengundang decak kagum  para undangan wisuda akbar 2020 dan para orang tua santri yang hadir dalam kegiatan MKS.

Maha Karya Santri, merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh PPM Al Jumhuriyah dan kali ini merupakan kali ke enam diselenggarakan oleh Pondok Pesantren semenjak berdiri, Set panggung yang megah, siapa sangka di buat oleh tangan-tangan para santri yang mondok di PPM Al-Jumhuriyah, di buat secara bergotong royong oleh santri dan santriwati selama 3 hari, saling berbagi peran, ada yang membuat set, ada yang mengecat dan mengatur dekor, ada yang menyusun instalasi listrik, ada yang menjadi koordinator hingga pengisi dan pengatur acara. semua dikerjakan oleh para santri yang terlihat terbiasa dalam menyusun sebuah pagelaran.

Pagelaran MKS dilaksanakan dengan protokol covid19 yang cukup ketat, bagaimana tidak, undangan yang masuk harus melewati beberapa kali pintu pemeriksaan mulai dari kewajiban penggunaan masker, pengecekan suhu badan, cuci tangan, harus melewati gerbang desinfektan, dan mengisi daftar hadir dan mengisi nomor telepon. Hal yang lainnya adalah blocking pengisi acara di set berjauhan dan mengisi media panggung yang ada, hal tersebut merupakan upaya-upaya pencegahan protokol covid 19. Selain itu, orang tua siswa yang berasal dari luar Subang, tidak di undang. dan hanya orangtua siswa yang berasal dari Subang yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Kesan megah didapat dari setting panggung 3 level, backdrop panggung yang dimeriahkan dengan penggunaan tata cahaya mulai dari lampu beam hingga laser, penggunaan smoke gun, big screen di backdrop, hingga permainan api, benar benar tidak akan menyangka bahwa pagelaran tersebut diselenggarakan di sebuah pesantren.

Salah satu guru di PPM-Al Jumhuriyah, mengatakan tidak pernah meragukan kreatifitas anak anak santri, para santri bekerja bersama dan semua santri berbagi peran untuk kesuksesan penyelenggaraan acara ini. Kematangan acara MKS, didapat dari hasil evaluasi dari pagelaran-pagelaran sebelumnya sehingga tiap penyelenggaraan MKS, dapat menyajikan acara yang apik. Selama acara berlangsung, para santri yang bertugas sebagai koordinator tampak hilir mudik berkomunikasi menggunakan HT, memastikan penyelenggaraan acara berjalan dengan lancar, dan transisi dari satu tampilan ke tampilan lain berjalan cepat.

Elinda, salah seorang orangtua santri  kelas 2, yang baru kali ini  hadir menyaksikan MKS, tidak menyangka bahwa pagelaran Maha Karya Santri bisa semegah dan semeriah ini, apa yang disaksikan tidak jauh berbeda dengan pagelaran acara-acara yang sering di televisi, beliau mengatakan mungkin ini adalah pagelaran santri terbaik yang ada di Kabupaten Subang. Ibu erlinda berharap, dapat menyaksikan kembali MKS di tahun yang akan datang.

Maha Karya Santri (MKS) ke-6 banyak menampilkan karya seni, mulai dari tarian Ratoh Jaroe, musikalisasi puisi, nadhom, hingga tarian nusantara. Para penonton yang hadir relatif tertib dan antusias menyaksikan setiap tampilan.

Posting Komentar

0 Komentar