Pembahasan Probis di Subang Ditengah Pandemi Covid-19



Reporterjabar.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Subang,  Drs. H. Aminudin, M.Si (Kang H. Amin) menghadiri kegiatan Penyusunan Proses Bisnis di Lingkungan Pemda Kabupaten Subang yang diselenggarakan di Fave Hotel Subang, Kamis (17/9/2020). Asda 3 Setda Kabupaten Subang, Drs. Memet HM Warnaen, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan dilaksanakan dengan mengacu pada protokol  pencegahan Covid-19. Diharapkan semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini sehingga dapat terbentuk Probis yang dapat memberikan kejelasan pembagian tugas diantara unit organisasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang,  Drs. H. Aminudin, M.Si  dalam pembukaannya menyampaikan menyambut baik diselenggarakannya kegiatan penyusunan proses bisnis. Kang Amin menyampaikan Proses bisnis sebenarnya sudah diperkenalkan sejak tahun 2011 yaitu dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 12 Tahun 2011. Dalam perkembangannya, peraturan menteri tersebut digantikan dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penyusunan Peta Proses Bisnis.
Dalam panduan ini antara lain dijelaskan bahwa peta proses bisnis merupakan aset organisasi yang berharga karena tidak menggantungkan alur kerja pada pejabat perseorangan yang menduduki posisi pimpinan unit organisasi, tetapi menempatkan peta proses bisnis pada unit organisasi, siapapun yang memimpinnya. Idealnya, peta proses bisnis kemudian diderivasi sampai dengan Strandar Operasional Prosedur (SOP).
Selama ini keberadaan SOP tidak didasarkan pada peta proses bisnis karena setiap unit organisasi menyusun SOP secara terpisah yang berdampak pada kaburnya keterkaitan antarunit organisasi. SOP juga hanya memperlihatkan tahapan dan langkah kerja siapa mengerjakan apa serta keluaran setiap langkah yang dikerjakan pada suatu unit organisasi.
Kendala lainnya, kebanyakan pelaku atau aktor dalam suatu SOP hanya melibatkan aktor di suatu unit organisasi. Padahal, kita bekerja tidak hanya dalam satu unit organisasi saja. Itulah sebabnya begitu pentingnya penyusunan peta proses bisnis di Pemkab Subang, sebagai jembatan untuk menghasilkan SOP yang dapat mengintegrasikan satu unit organisasi dengan unit organisasi lainnya di suatu instansi pemerintah. Dengan peta ini, permasalahan tumpang tindih dan tidak jelasnya pembagian tugas di antara unit organisasi pun bisa mulai teratasi.
Dengan peta proses bisnis ini menjadikan RPJMD menjadi diagram yg mudah dipahami, dan dgn adanya peta proses bisnis untuk mengetahui keterkaitan antar Perangkat daerah satu dengan yg lainnya, dan akhir dari peta proses bisnis ini diharapkan menghasilkan peta lintas fungsi yg akan menjadikan dasar penyusunan SOP di perangkat daerah.
Kang Amin dalam kesempatan tersebut menyampaikan ASN Subang dalam bekerja bisa mengikuti sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Para ASN diharapkan bisa meniru sifat-sifat tersebut, seperti professional, disiplin saat bekerja serta tertib ataupun jujur dalam mengelola keuangan. Bila ASN Subang mempunyai sifat itu yakin tidak akan takut berhadapan dengan gn AllAh SWT.
Kang Amin menyampaikan terimakasih atas kesediaan rekan rekan ASN yang bersedia untuk mengikuti kegiatan Bimtek tersebut, mudah mudahan bisa bermanfaat dan memanfaatkan ilmu yang didapat sebagai  bentuk tanggungjawab sebagai ASN yang professional.
Dalam kesempatan kegiatan penyusunan peta proses bisnis tersebut di isi narasumber atau fasilitator, Adrinal SE, Ak, M.Si, Analis Kebijakan Madya pada Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kementrian PAN-RB,  dan Muhamad Sayuti, ST, MT, Dosen teknik Industri Fakultas  Teknologi dan Komputer Universitas  Buana Perjuangan Karawang.
Reporterjabar.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Subang,  Drs. H. Aminudin, M.Si (Kang H. Amin) menghadiri kegiatan Penyusunan Proses Bisnis di Lingkungan Pemda Kabupaten Subang yang diselenggarakan di Fave Hotel Subang, Kamis (17/9/2020). 
Asda 3 Setda Kabupaten Subang, Drs. Memet HM Warnaen, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan dilaksanakan dengan mengacu pada protokol  pencegahan Covid-19. Diharapkan semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini sehingga dapat terbentuk Probis yang dapat memberikan kejelasan pembagian tugas diantara unit organisasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang,  Drs. H. Aminudin, M.Si  dalam pembukaannya menyampaikan menyambut baik diselenggarakannya kegiatan penyusunan proses bisnis. Kang Amin menyampaikan Proses bisnis sebenarnya sudah diperkenalkan sejak tahun 2011 yaitu dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 12 Tahun 2011. Dalam perkembangannya, peraturan menteri tersebut digantikan dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penyusunan Peta Proses Bisnis.
Dalam panduan ini antara lain dijelaskan bahwa peta proses bisnis merupakan aset organisasi yang berharga karena tidak menggantungkan alur kerja pada pejabat perseorangan yang menduduki posisi pimpinan unit organisasi, tetapi menempatkan peta proses bisnis pada unit organisasi, siapapun yang memimpinnya. Idealnya, peta proses bisnis kemudian diderivasi sampai dengan Strandar Operasional Prosedur (SOP).
Selama ini keberadaan SOP tidak didasarkan pada peta proses bisnis karena setiap unit organisasi menyusun SOP secara terpisah yang berdampak pada kaburnya keterkaitan antarunit organisasi. SOP juga hanya memperlihatkan tahapan dan langkah kerja siapa mengerjakan apa serta keluaran setiap langkah yang dikerjakan pada suatu unit organisasi.
Kendala lainnya, kebanyakan pelaku atau aktor dalam suatu SOP hanya melibatkan aktor di suatu unit organisasi. Padahal, kita bekerja tidak hanya dalam satu unit organisasi saja. Itulah sebabnya begitu pentingnya penyusunan peta proses bisnis di Pemkab Subang, sebagai jembatan untuk menghasilkan SOP yang dapat mengintegrasikan satu unit organisasi dengan unit organisasi lainnya di suatu instansi pemerintah. Dengan peta ini, permasalahan tumpang tindih dan tidak jelasnya pembagian tugas di antara unit organisasi pun bisa mulai teratasi.
Dengan peta proses bisnis ini menjadikan RPJMD menjadi diagram yg mudah dipahami, dan dgn adanya peta proses bisnis untuk mengetahui keterkaitan antar Perangkat daerah satu dengan yg lainnya, dan akhir dari peta proses bisnis ini diharapkan menghasilkan peta lintas fungsi yg akan menjadikan dasar penyusunan SOP di perangkat daerah.
Kang Amin dalam kesempatan tersebut menyampaikan ASN Subang dalam bekerja bisa mengikuti sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Para ASN diharapkan bisa meniru sifat-sifat tersebut, seperti professional, disiplin saat bekerja serta tertib ataupun jujur dalam mengelola keuangan. Bila ASN Subang mempunyai sifat itu yakin tidak akan takut berhadapan dengan gn AllAh SWT.
Kang Amin menyampaikan terimakasih atas kesediaan rekan rekan ASN yang bersedia untuk mengikuti kegiatan Bimtek tersebut, mudah mudahan bisa bermanfaat dan memanfaatkan ilmu yang didapat sebagai  bentuk tanggungjawab sebagai ASN yang professional.
Dalam kesempatan kegiatan penyusunan peta proses bisnis tersebut di isi narasumber atau fasilitator, Adrinal SE, Ak, M.Si, Analis Kebijakan Madya pada Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kementrian PAN-RB,  dan Muhamad Sayuti, ST, MT, Dosen teknik Industri Fakultas  Teknologi dan Komputer Universitas  Buana Perjuangan Karawang.


Posting Komentar

0 Komentar