Technology

3/Technology/post-list

Mencari Sebab Maraknya "Jual-Beli Jabatan" dan Solusinya

Oleh: Teddy Widara
Santernya pemberitaan virus "Jual-Beli" Jabatan di Kabupaten Subang sebenarnya bukan barang baru yang kemudian dalam kabar terakhir Kang Jimat, sapaan Bupati Subangn H. Ruhimat harus terpaksa melaporkan kepada Kepolisian karena namanya dicemarkan dalam kasus rotasi mutasi. Lalu kenapa "jual-beli" jabatan masih marak? Penulis ingin mencari sebab yag dengan analisa yang mengacu "Teori Maslow" tentang hirarki kebutuhan dan sedikit usulan solusinya.
Pertama yang berkeinginan memperkaya diri karena dengan memiliki jabatan bisa menggunakan anggaran yang diamanahkan kepadanya. Jelas ini untuk memenuhi kebutuhan. Ini karena haus akan harta.
Kedua ingin ada pengakuan diri (self-esteem) dengan jabatan yang disandangnya. Penulis pernah mendapat curhat seorang pejabat yang ingin memiliki jabatan walaupun jabatan tersebut "kering" anggaran. "Wios jabatan eta oge nu penting mah kengin jabatan eta," katanya. Jabatan yang diminatinya tentu lebih tinggi. Padahal beliau sedang menduduki jabatan yang cukup strategis yang kalau mendapatkan jabatan lebih tinggi itu pun akan "rugi secara ekonomi".
Ketiga ada yang ingin memiliki jabatan karena rasa aman. Seperti ingin pindah kepada jabatan tidak terlalu direpotkan dengan kebijakan atau rongrongan dari pihak lain.
Kemudian fenomena ini dimanfaatkan. Tetapi ini harus segera diberikan solusi yaitu menghilangkan barisan pembisik ilegal berkeliaran di sekitar kekuasaan. Kemudian mengaktifkan secara efektif Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) tentu harus memperhatikan faktor-faktor kebutuhan tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan birokrasi.
Ini menjadi penting karena pertaruhannya besar, yaitu keberhasilan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu aspeknya ialah menyerahkan urusan kepada yang benar-benar membidanginya.

Kemudian pertaruhan menjaga amanah jabatan sebagai kepercayaan atasan sebagai yang mewakili Rakyat. Bukankan Bupati dipilih langsung Rakyat? Selanjutnya sebagai umat beragama yang hidup di negara Pancasila jabatan sebagai amanah Tuhan Yang Maha Esa. Itu pun kalau masih ingat Pancasila, ya. (Penulis adalah Warga Subang)
Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support