Tangani Covid-19 di Subang Terapkan Herd Immunity. Begini Penjelasannya

Reporterjabar.com – Penanganan Covid-19 di Kabupaten Subang kini menerapkan Herd Immunity berdasarkan Pedoman Kementerian Kesehatan RI Revisi Kelima terkait penanganan pasien konfirmasi positif Covid-19. Dikatakan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, dr. Maxi didalam satu pasalnya menjelaskan kalau ada pasien yang terkonfirmasi positif. Mereka yang terkonfirmasi positif ada yang bergejala dan tanpa gejala. Kalau pasien tanpa gejala hanya wajib melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Setelah itu bebas beraktifitas secara normal tanpa harus dilakukan test PCR kedua. "Karena virus kembali ke jatidirinya akan mati selama 7 hari. Kalau pun ditest (swab) menunjukan positif, jangan beranggapan orang itu akan menularkan penyakit karena biasanya yang postif di PCR kedua adalah potongan atau pecahan atau fragmented kuman yang bisa dideteksi oleh mesin PCR," tuturnya kepada awak media termasuk ReporterJabar.com ditengah kegiatan pengambilan swab di Aula Pemda Subang Jawa Barat, Rabu (12/8/2020).
Padahal yang berbahaya itu kata dr. Maxi kalau mereka memiliki kuman yang utuh. Sedangkan pecahan-pecahan kuman (virus) ini bagus disebarkan kepada masyarakat sebagai imunitas yang disebut dengan "Herd Immunity".
"Jadi jangan takut bersentuhan dengan orang-orang yang sudah 10 hari kena Covid-19, bagus tuh dia membantu kita untuk mendapatkan imunitas," tegasnya.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar