Revitalisasi Seni Sunda yang Hilang, Begini Upaya MS Kalang Juang

Reporterjabar.com - Hilangnya beberapa seni tradisonal  Sunda mengundang keprihatian pelaku seni. Diantaranya Seni Pertunjukan Blentuk Ngapung, Topeng Menor, Doger Kontrak dan Kuda Giribig. Menurut  Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Bidang Pemuda, Budaya dan Olahraga, Noviyanti Maulani hal ini direspon Ketua Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait untuk membentuk sebuah wadah kreativitas pelestarian Seni Budaya Sunda. "Kemudian Bang Ara (sapaan Maruarar Sirait, red) meminta DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang membentuk sebuah lembaga yang dinamai MS Kalang Juang. Nanti MS Kalang Juang menjadi wadah kreativitas pelestarian seni tradisi Sunda," ujarnya kepada awak media, Selasa malam (4/8/2020).

Kata Noviyanti, MS Kalang Juang adalah wujud implementasi kecintaan Bang Ara terhadap seni tradisi Sunda khususnya di Kabupaten Subang. "Kenapa khusus, karena MS Kalang Juang ini dibentuk hanya di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang. Tidak ada di daerah lain," katanya.

Menurut Novi, aktivitas utama lembaga MS Kalang Juang ini selain berupaya melestarikan seni tradisi, lembaga baru ini bakal membuat berbagai macam penelitian dan revitalisasi seni tradisi yang sudah punah. Selanjutnya, hasil penelitian dan revitalisasi lalu dimunculkan kembali, disebarkan ke seluruh masyarakat di Kabupaten Subang
"Sesuai dengan arahan Bang Ara, buat MS Kalang Juang ini sebagai pencapaian bernilai tinggi dan memberi sumbangsih bagi hasanah seni tradisi Sunda," kata Novi.

Lebih lanjut Novi memaparkan makna lambang MS Kalang Juang yang sudah dibuat. Bentuk rumah itu adalah wahana atau ruang kreasi dengan warna emas yang mempunyai arti bahwa membangun generasi emas. Kalang Juang berarti garis perjuangan. "Jadi MS Kalang Juang bisa diartikan garis perjuangan Bang Ara membangun  generasi emas, diantaranya melalui jalur kesenian," katanya.

"Selain seni tradisi tarian dan juga pencak silat, MS Kalang Juang akan membuat penelitian tarian tradisi yang sudah punah hingga direvitalisasi.  Selanjutnya hasil revitalisasi akan dilombakan," imbuhnya.

Kemudian setelah direvitalisasi dan didokumentasikan, langkah berikutnya dibuat video dokumenter. "Untuk disebarkan di sanggar-sanggar seni dan sekolah," pungkasnya.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar