Manfaatkan "Tol Langit" dengan e-commerce Lapak Jawara


Reporterjabar.com - Untuk membangun perekonomian di desa dengan memanfaatkan "Tol Langit" Desa Digital, hasil kerjasama Tripartit antara Bumadesma Prakarsa Galuh, Bakti Kominfo dan SmartConnect membangun e-commerce "Lapak Jawara". E-commerce ini mewadahi petani nelayan, UKM, pengrajin dan peternak. Bisa dipastikan keberadaan Lapak Jawara adalah pasar langit terlengkap pertama di Subang yang menjual produk-produk lokal.

Kepentingannya di Subang untuk mengangkat produk lokal supaya bisa dikenal di luar Subang bahkan untuk bisa diekspor.

Dikatakan Direktur Bumadesma Prakarsa Galuh, Asep Ma'mun Subang merupakan wilayah yang memiliki geografis pegunungan dataran dan pantai sehingga jadi penyangga pangan ibukota. "Diantaranya sebagai penyuplai 20% kebutuhan padi nasional dan  penghasil dari buah-buahan sayuran, perikanan, peternakan dan juga hasil karya UKM dan alat seni tradisi," ujarnya.

Terlebih kata dia sekarang di Kabupaten Subang sedang dibangun Pelabuhan Patimban sebagai  pelabuhan terbesar di Indonesia. "Yang tentu bisa menjadi sinergi," ujarnya lagi.

Sebelumnya kata Asep, Bumadesma Prakarsa Galuh telah merampungkan digitalisasi di 5 desa secara merata, yaitu di Desa Sukahurip, Desa Bantarsari, Desa Cikadu, Desa Cirangkong dan Desa Cimenteng serta tengah dibangun di d├ęsa lainnya. "Dimana pembangunan digitalisasi di desa-desa mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Sehingga diharapkan Desa Digital di 253 desa/kelurahan di Subang segera cepat terwujud," tuturnya.
Lalu kata dia upaya ini mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat, ulama dan Raja Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan. "Sehingga gerak kami memiliki modal sosial yang cukup tinggi untuk mengembangkan potensi produk-produk unggulan desa," katanya.

Adapun produk yang sudah tersedia diantaranya jenis-jenis hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil peternakan, hasil perikanan dan nelayan, hasil UMKM, hasil karya handicraft, pembibitan atau pembenihan dan jasa internet.
Maka kehadiran e-commerce Lapak Jawara menjadi jawaban dalam memperkuat pemasaran.

"Insyaallah dua minggu ke depan pembangunan kontennya sudah beres dan sudah bisa mulai berjualan," ucapnya yakin.
Lapak Jawara ini akan menjawab harapan Wakil Menteri Pemberdayaan Desa (Wamendes) yang  menginginkan pasar virtual dikuasai produk-produk lokal.  "Tidak seperti sekarang, pasar virtual yang besar di Indonesia ini hampir 95% menjual produk-produk luar," katanya.

Bentuk bertahap, sekarang masih webb resmi Pemerintah. Yang terintegrasi dengan WA Store sehingga masyarakat untuk menggunakan e-commerce WA store. "Nanti setelah mulai besar akan beralih ke aplikasi," katanya singkat.

Apresiasi Kepala Desa
Keberadaan jaringan internet di desa sangat diapresiasi masyarakat desa, terungkap dari pernyataan Kepala Desa Sukahurip, Deni Setiawan yang menyebutkan masuknya jaringan tersebut bisa membantu kehidupan di desanya. "Yang nyata saja sekarang jaringan bisa mempermudah siswa belajar jarak jauh," katanya.
Manfaat lainnya kata Deni ialah membantu pemasaran produk-produk di desanya. "Seperti hasil pertanian yang biasanya lama dalam pemasaran kini dengan adanya jaringan internet cukup berbekal Android bisa dengan mudah memasarkan atau mencari pasar," katanya lagi.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar