Jalan Panjang Pembubaran BPRS Gotong Royong Subang


Reporterjabar.com – Upaya penyehatan Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syari’ah Gotong Royong menempuh jalan panjang sampai akhirnya harus pembubaran. Hal tersebut terungkap dalam Jawaban Bupati Subang dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Subang dengan agenda Penyampaian Jawaban Bupati Subang terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi tentang rancangan KUA-PPAS Perubahan tahun 2020-2021 dan Perda Pembubaran PT. BPRS Gotong Royong, Senin (24/8/2020).
Jawaban Bupati Subang disampaikan oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur (Kang Akur) yang menyampaikan bahwa kerugian yang mengakibatkan PT. BPR Syariah Gotong Royong harus dibubarkan karena tidak melakukan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). “Dan BPR Syari’ah tidak melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam mengelola perbankan sehingga bank mengalami kerugian,” ujar Kang Akur,
Selanjutnya disampaikan solusi untuk menormalkan atau menyelamatkan kembali BPRS terdapat tiga opsi yaitu penyertaan modal. Dalam upaya penyertaan modal sampai mengundang pihak kejaksaan negeri untuk meminta pendapat hukum (legal opinion). “Hasil ekspose di Kejari menyatakan tidak dapat dilakukan mengingat bank dalam kondisi tidak sehat. Atas dasar itu Pemda Subang tidak dapat melakukan penyehatan sampai PT. Bank BPRS Gotongn Royong masuk dalam kategoti bank dalam pengawasan khusus,” katanya.
Kemudian opsi kedua melakukan merger dengan bank sejenis. Lalu opsi ketiga dijual kepada investor. Tetap investor menginginkan saham saham mayoritas. “Bahkan salah satu investor siap membeli saham 97%. Namun hal itu tidak dapat dilakukan karena bertentangan dengan PP 54 tahun 2017 tentang BUMD. Dimana setiap BUMD sekurang-kurangnya 51% (saham) harus dimiliki pemerintah daerah,” katanya. Pembubaran BPRS Gotong Royong merupakan rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor Kep-65/D.03/2020 tertanggal 5 Juni 2020.
Untuk penyelesaian lebih lanjut dan penjelasan lebih lanjut akan dilakukan melalui rapat panitia khusus.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar