Bantu Petani dengan "Pasukan" Burung Hantu



Reporterjabar.com – Komunitas Gabungan Percinta Owl Subang (GOBANG) memiliki cita-cita membantu petani dalam mengendalikan hama tikus dengan bantuan burung hantu (owl) jenis serak jawa (tyto alba). Dikatakan Ketua GOBANG, Dadang Widhaswara pengendalian hama tikus dengan burung hantu atau tyto Alba dirasakan cukup efektif. "Dalam semalam, sepasang Tyto Alba mampu memangsa 6-10 ekor tikus dan jangkauan berburu mereka bisa sampai radius 3 km.," jelasnya kepada Reporterjabar.com (Grup Indowarta) ditengah kegiatan gathering  di Pendopo Alun-alun Subang, Minggu (30/8/2020).
Untuk itu bersama komunitasnya yang terbentuk sejak 15 Januari 2017 lalu  sekarang berusaha merintis menjadikan pilot project dengan para petani dan instansi terkait lainnya. Dia bersama komunitasnya ingin memberikan manfaat kepada petani. "Tidak sekedar hobby memelihara. Kami juga ingin memberikan manfaat khusunya kepada petani. Apalagi Subang salah satu lumbung padi nasional," tuturnya.
Tentunya kami akan menggandeng pihak-pihak terkait, terutama BKSDA, Dinas Pertanian Kab. Subang dan Kelompok Tani setempat. Andil dari Pemerintah Daerah juga sangat perlu agar membuat aturan untuk tidak berburu atau menangkap burung hantu", tuturnya lagi.
Sebagai lumbung padi nasional tidak lepas dari masalah hama tikus. Pihak Kementerian Pertanian RI juga pernah terjun langsung menerapkan rubuha sebagai pilot project di salah satu wilayah di Kabupaten Subang.
"Kementan dan Dinas terkait pernah turun langsung. Semoga akan mempermudah upaya kami nantinya. GOBANG akan memposisikan diri sebagai penggerak dan dan pendamping. Kami juga siap bantu pengadaan Tyto Alba sebagai calon penghuni rubuha", ucap Dayat, Wakil Ketua GOBANG.
Mengawali tahun 2021 nanti, kata Dadang komunitasnya berencana untuk menangkarkan beberapa spesies, terutama Serak Jawa (tyto alba). Hasil dari penangkaran ini akan kami berdayakan untuk dijadikan pengendali hama tikus di pesawahan. Pembuatan rubuha atau rumah burung hantu secara bertahap akan direalisasikan.
Di beberapa kota lain pemasangan rubuha di pesawahan terbukti efektif dan ekonomis mengendalikan hama tikus.
Disamping itu mereka menitik beratkan aktifitasnya pada upaya edukasi dan konservasi. Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang berbagai jenis burung hantu, baik yang dilindungi maupun yang populasinya masih terjaga. Mengajak untuk melestarikannya dengan cara: menjaga keberlangsungan hidupnya sebagai penyeimbang ekosistem,  melakukan penangkaran dan memberdayakan mereka sebagai sahabat para petani.

Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar