Wilayah Subang Jadi Kawasan Seksi untuk Investasi


Reporterjabar.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bahwa Jawa barat saat ini membuka pintu investasi, khususnya di Kabupaten Subang sebagai kawasan emas dimasa depan. Subang menjadi kawasan yang seksi untuk investasi. "Dimana lokasi Bandara tidak jauh, Jalan tol juga dekat. Semua infrastruktur terbaik ada di  Kabupaten Subang, dan  pihaknya mendukung agar investasi di Jabar, khususnya di kabupaten Subang dapat lebih meningkat," ujarnya saat groundbreaking PT Meiloon Technology Indonesia (MTI)  di Desa Gunung Sembung, Kecamatan Pagaden Subang Jawa Barat, Selasa (21/7/2020).

Ridwan Kamil menitipkan kepada Bupati Subang, agar dapat meningkatkan kapasitas dari sumber Daya Manusianya. Setelah Covid selesai, kata dia akan "jualan" lagi potensi-potensi yang ada di Jawa Barat.  Ridwan Kamil menilai banyak sekali inventasi yang akan pindah dari Tiongkok. "Barang siapa yang jemput bola maka itulah yang akan menjadi pemenang," imbuhnya.

Terkait tugas sebagai Gubernur yang mengkoordinasi wilayah, Ridwan kamil ingin semua daerah di Jawa Barat  dapat sinkron, dan dapat tercipta harmonisasi antar wilayah. Jika kawasan segitiga Rebana ini berhasil maka ekonomi Jabar akan mengalami lompatan.

Sebagaimana diketahui Segitiga Emas Cirebon-Patimban-Kertajati atau yang lebih dikenal dengan "Segitiga Rebana" diproyeksikan jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbesar di Indonesia.  "Tidak ada kawasan strategis di Indonesia seperti 'Segitiga Rebana', yakni kawasan yang berdekatan dengan pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati," katanya.

Hal ini diamini Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyampaikan wabah Covid-19 telah memporak-porandakan perekonomian di seluruh dunia termasuk di Indonesia. "Yang mana pertumbuhan ekonomi Indonesia dikuartal pertama hanya mencapai 2,97 persen. Nilai itu mendarat jauh dari target kuartal I yang diharapkan mencapai kisaran 4,5-4,6 persen," ujarnya.

Kata dia untuk memperbaikinya diantaranya dengan investasi yang dapat meningkatkan daya beli. Kata dia konsumsi terjadi ada daya beli masyarakat. Daya beli terjadi ada kepastian pendapatan. Kepastian pendapatan bisa hadir dari lapangan kerja, sedangkan kunci lapangan kerja adalah investasi. "Karena itu kata kuncinya lapangan pekerjaan diawali dengan investasi," imbuhnya.

Kesempatan tersebut menyampaikan,  PT. Meiloon Teknologi Indonesia adalah salah satu perusahaan yang merelokasi pabriknya dari Cina ke Indonesia.

Kepala BKPM menyampaikan, ini adalah contoh dimana proses perizinan paralel dengan konstruksi. Ini dapat menjadi contoh di Indonesia. "Bukan jamannya lagi kita menghalangi invenstor. Kita harus bersinergi untuk membangun pertumbuhan ekonomi di daerah.  Kolaborasi sangat penting . Saya pikir dengan ground breaking ini di Kabupaten Subang, ini adalah momentum yang tepat," tuturnya.

Bupati Subang, H. Ruhimat atau yang biasa disapa Kang Jimat berterima kasih kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal dan PT. Meiloon Teknologi Indonesia telah memilih wilayah Subang sebagai tempat investasi ditengah pandemi covid-19.

Kata dia Kabupaten Subang sebagai daerah lumbung padi, daerah peternakan, daerah industri dan kota pelabuhan, harapannya dapat menjadi primadona ekonomi di wilayah Jawa Barat, nasional maupun internasional.

Kehadiran PT. Meiloon Teknologi Indonesia (MTI) akan memberikan angin segar bagi peningkatan ekonomi nasional, khususnya di Kabupaten Subang. "Karena dengan nilai investasi dan dampak ekonomi sebesar sembilan puluh juta dolar amerika, harapannya mampu mendongkrak percepatan pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi covid-19," ujarnya.

Kang Jimat yakin kehadiran PT. Meiloon Teknologi Indonesia di Kabupaten Subang memberikan multiplayer efek bagi masyarakat sekitar dan memberikan keuntungan bagi masyarakat Subang dalam mewujudkan Kabupaten Subang Jawara - Jaya, Istimewa, Sejahtera. 

Kang jimat berharap untuk kesejahteraan warga Subang supaya warga Subang bisa ikut menjadi bagian dari perputaran ekonomi. "Oleh karenanya dari rencana delapan ribu tenaga kerja yang akan terserap, kami harapkan delapan puluh persennya berasal dari Kabupaten Subang," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar