Terungkap.Ternyata Ini yang Dilakukan Selama Isolasi Covid-19 di Subang

Reporterjabar.com - Bagi pasien yang menjalani masa isolasi Covid-19 diberikan konsumsi vitamin dan makanan empat sehat lima sempurna serta kegiatan olahraga dan berjemur. Hal ini diungkapkan Gufron Nawawi salah seorang penyintas Covid-19 yang pernah menjalani Isolasi di RSUD Subang dan isolasi mandiri kemudian menceritakan pengalamannya kepada ReporterJabar.com.

Kata Gufron dirinya dinyatakan positif sekitar sebelum bulan Ramadhan. "Sampai saya lebaran di Rumah Sakit," katanya.

Mengenai kondisi yang dirasakan kata dia merasa sehat alias tanpa gejala. Berbeda dengan pasien lainnya yang ada keluhan pusing dan mual. Dia beberapa kali di-swab hasilnya positif terus. "Beberapa hasil swab yang dilakukan oleh tim medis. Saya pengen lihat hasilnya.Tapi kok nggak ada?" ujarnya dengan nada tanya.

Dia di rumah sakit menempati ruangan di lantai tiga dengan kamar mandi di dalam. Kemudian dipindahkan ke ruangan lain. Selama di RSUD dirinya diberikan makanan empat sehat lima sempurna. Nasi, ikan, sayuran, buah-buahan, susu ditambah dengan vitamin C. "Pagi-pagi makan (kemudian) jam sepuluh berjemur," katanya.

Karena beberapa kali swab/PCR hasilnya positif terus, akhirnya dilakukan isolasi mandiri dekat rumah bersama lima orang lainnya. Setelah pindah tenaga kesehatan tetap memantau ke sini untuk memberikan makanan dan vitamin C. "Di sini sekitar satu bulan kurang lah atau tiga mingguan. Kegiatannya hampir sama pagi makan kemudian berjemur. Ditambah dengan Olahraga atau bersih-bersih supaya keluar keringat," tuturnya.

Kalau tidur disini berjauhan jaraknya dengan penghuni lain. Katanya sekitar 5 meter. Kalau mandi waktunya diatur. "Misalkan ada yang mandi jam 6. Nanti yang mau mandi berikutnya jam 9. Kalau sudah mandi kemudian disemprot," tuturnya.

Dibandingkan di rumah sakit kata Gufron lebih nyaman di majelis taklim. "Karena kalau di rumah sakit kepikiran keluarga sedangkan kalau di dekat tempat tinggal enak dekat dengan keluarga," katanya.
Untuk kegiatan ibadah nyaris tanpa kendala. "Kita suka adzan dan ngaji bareng," katanya lagi. Setelah tiga belas kali dilakukan swab, Gufron dinyatakan negatif.

Menurut Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19, dr. Maxi, dengan dipindahkannya dari rumah sakit ke lokasi dekat tempat tinggal daerah akan sangat membantu terutama dalam hal psikologis. Dengan psikologis yang baik akan membantu meningkatkan imun atau daya tahan tubuh "Sehingga si pasien akan lebih cepat sembuh. Maka bisa dilihat dari perkembangan kesehatan mereka ketika di isolasi Mandiri dekat tempat tinggalnya proses penyembuhannya lebih cepat terlebih perhatian yang diberikan masyarakat sekitar dan kerabat juga cukup bagus," tuturnya.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar