Raja Galuh Pakuan Sesalkan 140 Penderita DBD di Subang Luput dari Perhatian

Raja Adat Galuh  Pakuan, Rahiyang Mandalajati Evi Silviadi SB

SUBANG – Dengan ditemukannya 140 penderita Demam Berdarah atau DBD di wilayah Subang Jawa Barat cukup memprihatinkan karena terjadi ditengah pandemi Covid-19. Keprihatinan ini disampaikan Raja Adat Galuh Pakuan, Rahiyang Mandalajati Evi Silviadi SB yang menyesalkan perhatian pemerintah kepada penderita DBD sangat rendah daripada Covid-19. Padahal penderitanya 140 orang sedangkan Covid-19 yang 'hanya' 50 orang menghabiskan anggaran ratusan milyar. "Padahal kalau yang namanya sakit mah sama saja. Ini artinya ada uang yang dihambur-hamburkan tidak jelas. Orang sehat dikejar-kejar untuk rapid test. Sedangkan daya tahan tubuh masayarakat cenderung diabaikan," tuturnya kepada wartawan, Sabtu (6/6/2020).
Makanya kata dia ini ada yang salah dalam penerapan kebijakan publik tentang kesehatan. "Karena yang namanya virus atau penyakit apapun jika daya tahan tubuhnya kuat masyarakat akan sehat. Makanya ciptakan kebijakan (publik) yang berpihak kepada kepentingan kesehatan masyarakat," jelasnya.
Lalu dia menyesalkan yang dilakukan pemerintah dalam rapid tes yang masif. "Rapid tes itu harusnya untuk pasien yang terindikasi saja atau tenaga medis yang terkait erat pelayanan pasien. Ini mah yang sehat dikejar-kejar. Padahal itu cukup bagi yang terindikasi saja. Jadi anggaran ratusan milyaran tidak mubazir," paparnya.
Kemudian dia menyebutkan tingkat kematian DBD masih tinggi dibandingkan Covid-19. "Sedangkan menurut informasi, kematian yang diklaim karena Corona kebanyakan disertai penyakit berat sebelumnya," ujarnya.
Oleh sebab itu perlu disikapi kritis karena menyangkut anggaran besar dan kesehatan bahkan hidup-matinya rakyat. Sayangnya penggunaan anggaran seperti orang bingung. Sampai-sampai penderita DBD luput dari perhatian sampai pasien harus menangani sendiri. Padahal orang sekarang lebih takut pada AIDS atau DBD daripada Corona. "Corona 'kan sudah jelas SOP-nya tapi ada kecenderungan mengabaikan pada penderita lain seperti DBD. Buktinya sekarang jumlah penderitanya mencapai 140 orang mereka juga perlu perhatian sama-sama masyarakat," tutur Ketua PB Muaythai Provinsi Jawa Barat ini.
Lalu dia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh warganya. "Sediakan sarana olahraga yang memadai. Ajak mereka berolahraga dengan standar kesehatan. Itu yang penting sekarang," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar