KPK Diminta Turun Periksa Penggunaan Dana Covid-19 di Subang

Patih Agung Galuh Pakuan, Abah Renggo (Foto: koleksi pribadi)

Reporterjabar.com, SUBANG - Beredar kabar bahwa anggaran sebesar Rp4,5 milyar, yang dikucurkan Pemkab Subang, untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada dugaan jadi bancakan. Terkait hal itu, Patih Agung Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, Abah Renggo meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan untuk melakukan pemeriksaan, terkait anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Subang tersebut.

"Coba KPK turun ke Subang, bongkar anggaran penanganan covid-19, yang diduga jadi bancakan. Uang rakyat, yang digunakan untuk penanganan covid itu tidak sedikit loh," ujar Abah Renggo kepada wartawan di Subang, Jum'at (12/6/2020).

Beredar kabar Kejaksaan Negeri Subang, telah mengembalikan uang ke Pemkab Subang sebesar Rp471 juta yang merupakan dana dari Gugus Tugas.

Anggaran penanganan Covid-19 itu kata Abah Renggo, jika direalisasikan dengan tepat dan benar, maka pasien yang terpapar covid-19 di Kabupaten Subang, tidak sebanyak sekarang ini.

Karena dengan uang itu menurut Abah Renggo, dapat meminimalisir jumlah pasien yang terpapar Covid-19. Jika penanganan tanggap  cepat dan tepat sasaran.

"Dukungan anggaran yang sangat besar itu, tetapi pasien yang terpapar Covid-19, terus bertambah. Secara logika, jika penanganannya tanggap, cepat dan tepat, dengan dukungan anggaran, hal yang mustahil, kasus Covid-19 terus bertambah," tegasnya.

Abah Renggo juga menyoroti aliran dana ke intansi vertikal yang tergabung di dalam gugus tugas, yaitu mempertanyakannya tentang sistem pertanggungjawaban dalam SPJ-nya. "Patut dipertanyakan bagaimana sistem peng-SPJ-annya?" tegasnya.

"Mereka kan masing-masing memiliki anggaran untuk penanganan covid-19 dari intamsi vertikal. Dan persoalan ini juga patut menjadi perhatian serius dari pihak KPK," tandas Abah Renggo.

Posting Komentar

0 Komentar