Kang Jimat dan Kang Akur Kunjungi Korban Rob



SUBANG - Bupati Subang H. Ruhimat didampingi Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Rob Subang Pantura di Hotel Mayangan LegonKulon Subang. Senin (8/6/20).
Pemerintah Daerah Kabupaten Subang turut prihatin dengan kejadian banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pantai utara. Bupati Subang sangat mengapresiasi adanya rapat koordinasi membahas banjir rob yang merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah Kabupaten Subang dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Penyelesaian banjir rob di wilayah pantura Subang perlu dilakukan secara komprehensif sehingga menghasilkan solusi yang cepat dan tepat. Lakukan langkah-langkah strategis dan cepat tanggap dalam mengatasi dampak banjir rob. Baik daru sisi infrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan sisi psikologis masyarakat.
Mengenai bantuan sosial bagi masyarakat perlu dilakukan pendataan yang menyeluruh ke beberapa KK yang terkena dampak. Kemudian himpun data kerugian ekonomi dan kebutuhan pangan serta bagaimana penanganan kesehatan bagi masyarakat.
Mengingat ditengah pandemi Covid-19 perlu perlakuan khusus dalam penanganannya. Buatkan laporan yang akurat dan laporkan perkembangan secara berkala. Bangun komunikasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah pusat , provinsi, PJT, Kepala Desa dan seluruh masyarakat agar bersama-sama mencari solusi terbaikdalam menyelesaikannya.
Kang Jimat sangat berharap dengan adanya rapat koordinasi teraebut dapat menghasilkan solusi terbaik. segera lakukan penanganan dan  siapkan pangkah- langkah antisipasi sehingga masyarakat bisa melalukan aktifitas seperti biasanya.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam rakor tersebut Kang Akur menitik beratkan Penanganan keselamatan jiwa dengan memperbaiki tanggul yang jebol, terima kasih kepada PUPR atas alat berat beko amphibi sudah ada ditempat di Mayangan, pengamanan logistik berupa kebutuhan  makan dan ait bersih serta pendataan secara serentak sebagai tindak lanjut.
Dalam rakor tersebut juga dilaksanakan tanya jawab antara Bupati  dan para Kepala OPD terkait dengan masyarakat terkait dampak dari banjir rob dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi yang telah terkena banjir rob besar beberapa pekan lalu yang berimbas pada kerugian ekonomi baik dalam bidang pertanian sawah dan perikanan tambak yang diperkirakan sekitar 8 milyar.
Dampak rob tersebut merendam 5 desa dan 1540 pemukiman rumah.
Yang paling terdampak salah satunya yaitu dalam hal pertanian dan perikanan/tambak para kelompok tani/tambak yang ada di wilayah pesiair pantura yang banyak mengalami kerugian gagal panen sehingga perlu adanya perhatian penuh bantuan dari Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan dan Kelautan. Perhatian dalam sektor pendidikan pun harus diperhatikan mengingat ada beberapa sekolah PAUD, SD maupun SMP yang terkena rob sehingga pendidikan siswa-siswi terganggu.

Posting Komentar

0 Komentar