Begini Panduan Pesantren Menerima Kembali Santri Saat Normal Baru

SUBANG - Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Subang merilis standar masuk kembali santri ke pondok pesantren dalam rangka new normal di pondok pesantren. Diharapkan dengan demikian akan tercipta kenormalan baru yang bebas dari penyebaran virus Covid-19 khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Hal itu diungkap Ketua FPP Subang Drs. KH Maman S Jamaludin saat dikonfirmasi di kediamannya, Selasa sore (2/06/2020).
"Ini merupakan hasil rapat pada hari Kamis 28 Mei 2020  FPP dengan Kepala Kementerian Agama dan kepala seksie  Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Kabupaten Subang ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh para pengelola pondok pesantren," ungkapnya.
KH. Maman S Jamaludin menyampaikan protokol kesehatan yang perlu dipahami para pengelola pondok pesantren sebagai berikut; pertama, akan dikeluarkan surat dari Kemenag sebagai acuan penerimaan kembali santri masuk pondok.
"Kedua Bagi santri yang sakit tidak diperkenankan masuk pesantren, ketiga, santri yang datang ke pesantren harus dites suhu, cuci tangan, bawa alat makan sendiri sendok piring gelas, bawa alat mandi alat tidur masing masing," paparnya.
Pimpinan Ponpes Pagelaran I ini juga menyampaikan point ke empat tidak diperkenankan salaman dengan Kiayi dan pengasuh pondok apalagi cium tangan, kelima jaga jarak tidur 1 meter, keenam tidak boleh berkeliaran selama 14 har. "Di-lokc down dulu di pondok. Kemudian ketujuh pengantar/pengunjung tidak diperkenankan masuk ke area pondok, kedelapan pesantren yang tidak eksis tidak usah mengisi data. sembilan, kesembilan pesantren yg  eksis wajib mengisi data mutakhir.
"Ini harus dipahami karena kita sedang darurat saat ini, jangan sampai diabaikan oleh para pengelola, para kyai semua di kabupaten Subang, semata-mata demi kesehatan dan keselamatan kita semua dalam rangka menghadapi krisis wabah Covid-19 ini," pungkasnya.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar