Pembatasan Toko Buka Mendapat Keberatan Pemilik Toko

Sejumlah pedagang non-sembako di Subang Jabar merasa keberatan untuk penutupan tempat usahanya. Dia meminta supaya ada kebijakan yang membolehkan dengan pengurangan jam buka.
Masukan tersebut kata  Kasatpol PP dipersilahkan disampaikan kepada DKUPP.
SUBANG - Memasuki hari kedua PSBB di Kabupaten Subang, aparat gabungan itu Kasatpol PP TNI dan Polri melakukan sosialisasi kepada para pedagang mengenai jam buka pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama dilakukan sosialisasi ada berbagai keberatan yang diutarakan oleh para pedagang dengan ditutupnya usaha yang non-sembako selama pemberlakuan PSBB. Diantaranya diutarakan salah seorang pedagang toko pakaian di Subang yaitu Ina menyebutkan dirinya sempat berdialog dengan Satpol PP untuk memberikan keringanan. "Saya minta supaya tidak tutup total tetapi dengan mengurangi jam kerja (jam buka toko). Tetapi mereka bilang tetap harus tutup total," ujarnya ditengah sosialiasi, Kamis sore (7/5/2020).
Sementara itu kata Kasat Pol PP Kabupaten Subang, Dikdik Solihin menyatakan dirinya melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang secara umum disambut dengan baik. namun ketika mendengarkan keberatan yang diutarakan oleh para pedagang dirinya mempersilahkan untuk menyampaikannya ke DKUPP Kabupaten Subang.
"Responnya secara umum baik. Mereka besok mau menutup tokonya. Kita lakukan sosialisasi kepada mereka (pedagang) selama dua hari. Ada juga masukan dari mereka. Masukan itu bagus. Silahkan bicarakan dengan DKUPP," tuturnya.
Adapun PSBB di Kabupaten Subang telah ditetapkan dari tgl 6 - 19 Mei 2020. Hanya memperbolehkan buka layanan sembako dan obat-obatan.
Kegiatan sosialisasi ini melibatkan anggota polisi, TNI dan Pol PP Kabupaten Subang di sepanjang pusat pertokoan Subang.

Posting Komentar

0 Komentar