Jika PSBB, DPRD Subang Minta Ini


SUBANG - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang Hj.Elita Budiarti, menyikapi banyaknya pro dan kontra terkait diberlakukannya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di seluruh Wilayah Jawa Barat termasuk didalamnya Kabupaten Subang.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang, yang juga Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Subang, Hj. Elita Budiarti menyebutkan, PSBB itu turun  atas dasar rekomendasi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kalau tidak ada indikator tidak mungkin Kemenkes mengeluarkan rekomendasi juga dan tidak mungkin gubernur mengajukan PSBB kalau tidak ada tujuan atau indikator.
PSBB suatu kabupaten tidak perlu meminta persetujuan DPRD. Karena untuk menghadapi pandemi ini sudah ada tim  yang menangani yang didalamnya semua Forkopimda semua pejabat, organisasi, juga LSM, yang disebut Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) pada saat suatu daerah mengajukan PSBB. "Artinya kepala daerah dan jajarannya sudah menganalisa memprediksi  keuntungan kerugian juga dampak dari PSBB dan sudah siap dengan mekanisme untuk mengatasi side efek dari PSBB," ujar Elita, Minggu (3/5/2020).
Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Tersebut kata Elita,adalah sesuatu hal yang harus diikuti , patuhi, semua aturan dalam PSBB nanti, karena itu adalah hal yang sangat penting untuk memutus rantai penularan dari Covid- 19 ini.
Menurut Elita, tim gugus tugas terutama divisi pencegahan, Dinkes jangan mengutamakan kuratif  tapi harus memprioritas kan dan harus fokus kepada preventif, promotiv, terutama tracking dari  yang sudah terkonfirmasi Positif Covid-19, protapnya harus jelas jangan sampai salah dan lambat dalam melakukan  langkah langkah 3 hal tersebut.
Menurut Wakil Ketua DPRD ini kalau Subang sampai masuk Zona Merah berati kita gagal dan kalah  dalam perang melawan pandemi Covid-19 ini.
Tentu penyebabnya pengaruh terbesar dari  masyarakat yang tidak disiplin tidak patuh dan tidak mengikuti semua anjuran dari pemerintah.
Elita meminta supaya  mengutamakan keselamatan tim. "Baik tenaga medis ataupun tim lainnya yang berhubungan dan bersentuhan langsung dengan pasien terutama pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19," pungkas Wakil Ketua DPRD dari Golkar. (pelita)

Posting Komentar

0 Komentar