Inilah Rincian Rapid Test Tahap II di Subang

SUBANG - Dari hasil rapid tes tahap II kepada 570 orang oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang yang dilaksanakan tiga hari berturut-turut: Rabu, Kamis dan Jumat (20-21 Mei 2020). Hasilnya lima orang dinyatakan reaktif.

Selanjutnya kata dr. Maxi selaku Juru Bicara Tim Gugus Tugas lima orang tersebut akan dilakukan tes swab selepas idul fitri. "Karena lab swab di Subang sedang libur menjelang Idul Fitri. Kami akan lakukan nanti selepas lebaran," ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas, Jum'at (22/5/2020).

Adapun rapid tes yang dilaksanakan ialah hari Rabu di Yogya Subang kepada 60 orang hasilnya semua negatif. Kemudian di Yonif 312 Kala Hitam kepada 60 orang hasilnya semua negatif. Di Kodim Subang kepada 60 orang hasilnya semua negatif, di Desa Bojongloa Kasomalang kepada 60 orang, tiga orang diantaranya dinyatakan reaktif  dan di PT Taekwang kepada 60 orang semua dinyatakan negatif dan Petugas Kantor Pos kepada 44 orang hasilnya semua dinyatakan negatif.

Kemudian untuk hari Kamis itu di Tokma Pagaden dengan  pengambilan sampel kepada 58 orang hasilnya semua dinyatakan negatif. Kemudian kepada tahanan Polres khususnya tahanan narkoba sebanyak 47 orang hasilnya semua negatif.

"Kita utamakan tahanan karena mereka sudah ada putusan. Sedangkan lembaga perlu bebas Corona supaya tidak terjadi cluster baru. Jadi (sudah negatif) mereka bisa menjadi warga binaan (Lapas)," kata dr. Maxi menjelaskan.
Lalu yang dilaksanakan pada hari Jumat di Kelurahan Soklat kepada petugas SPBU sebanyak 27 orang hasilnya satu orang dinyatakan reaktif.

Lalu di terminal Subang yang ditujukan kepada sopir angkot supir Elf jurusan Subang - Bandung dan pengemudi gojek yaitu sebanyak 54 orang hasilnya semua negatif. Kemudian di Kasomalang ditunjukkan kepada petugas distribusi Aqua sebanyak 40 orang yang terbagi dalam dua tempat, yaitu  di kantornya 23 orang semuanya dinyatakan negatif dan 17 orang dilakukan di Desa Kasomalang Kulon dengan hasil satu orang dinyatakan reaktif.

Kata dr. Maxi Tim Gugus Tugas melakukan tracking kepada pasien positif covid-19 yang meninggal dunia untuk menekan penularan Covid-19. Dari hasil temuan di lapangan kasus positif Covid-19 merupakan import case. "Penularan dari orang yang datang luar utamanya dari Zona Merah," katanya. Seperti temuan di salah satu tempat ternyata penularan dari orang yang orang yang berprofesi di Zona Merah.

Posting Komentar

0 Komentar