Begini Nasib Tuna Netra Subang Ditengah Pandemik Covid-19



"Bahkan untuk mendapatkan bantuan mereka berupaya meminta kepada yayasan dengan bantuan yang ketat melalui seleksi dipilih yang paling membutuhkan karena keterbatasan anggaran."
SUBANG - Para tunanetra di Subang Jawa Barat yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) meminta perhatian dari semua pihak khususnya dimasa pandemik Covid-19 seperti sekarang ini mereka merasakan penghidupannya turun drastis.
"Sedangkan untuk meminta bantuan pun mereka hanya sanggup meminta kepada yayasan dengan seleksi yang ketat dengan pemilihan diutamakan yang membutuhkan. Ini dilakukan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki," tutur Hasan, ketua Pertuni Subang saat ditemui di kediamannya, Sabtu (9/5/2020).
Selanjutnya kata Hasan untuk usaha mereka lebih mengandalkan pada profesi sebagai pemijat profesional. Justru kata Jasa profesinya ini menjadi dilema. Disatu sisi tidak ada lagi yang bisa dikerjakan sedangkan disisi lain adanya upaya menghindari sentuhan langsung untuk pencegahan Covid-19.
Oleh karena itu dia sering bersilaturahim langsung kepada rekan-rekannya atau melalui media mengingatkan supaya memperhatikan apabila ad tetangganya yang tuna netra.
Adapun jumlah anggota Pertuni Subang sebanyak 200 orang dengan profesi sebagian besar sebagai pemijat. Bahkan kata dia ada dua orang anggotanya yang sekarang tertahan di Bandung karena wabah.
Menurut kabar mereka di sana ada yang menjamin makan. Tetapi untuk keuangan tidak ada.

Posting Komentar

0 Komentar