69 Mitranya Terdampak Covid-19, Begini Cara Dahana Kasih Solusi

Foto: Silaturahim Virtual PT. Dahana dengan Awak Media

SUBANG – Selama pandemik Covid-19 banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terganggu. Hal serupa dialami UMKM Mitra PT. Dahana (Persero). Dikatakan Ketua Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) PT DAHANA (Persero), Eman Suherman dari sekitar 320 mitra UMKM PT. DAHANA, 69 mitra diantaranya terdampak oleh wabah Covid-19.

Hal ini diketahui ketika disebar formulir kepada Mitra UMKM. "Ada 69 mitra kita yang menghadapi dampak (wabah Covid-19)," ujarnya kepada wartawan usai menyampaikan bantuan dua ton beras di Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Subang, Kamis (14/5/2020).

Kemudian kata Eman oleh pihak Dahana diberikan stimulus pembayaran UMKM. "Mereka pada saat ini sangat-sangat terdampak terutama untuk UMKM yang beraktifitas ekonomi harian. Seperti pengrajin yang berkaitan dengan pariwisata dibantu dengan program stimulus," katanya.

Lalu dijelaskan Eman stimulus tersebut dalam bentuk penundaan pembayaran yang disesuaikan dengan kegiatan usahanya. "Misalnya mitra UMKM yang bergantung pada aktifitas sekolah. Mungkin mereka akan bisa beraktifitas kembali ketika sekolah melakukan kegiatan," jelasnya.

Upaya lainnya supaya mitra UMKM tetap berjalan, DAHANA berusaha membeli berbagai produk mitra UMKM. Seperti cluster kuliner produk makanannya kita beli. "Misalnya untuk cluster Kuliner. Kue-kue yang mereka produksi kita beli untuk 100 paket. Begitu pula cluster perajin kita usahakan membeli dari mereka untuk merchandise," imbuhnya.

Kemudian beras yang disumbangkan kepada Tim GTPP Covid-19 adalah beras dari petani yang sebelumnya menjadi mitra. "Kita dibeli hasil panennya. Masker juga adalah produk mitra kami. Sehingga mereka tetap mendapatkan income," ujarnya lagi.

Dalam kesempatan silaturahim virtual bersama para jurnalis, Eman menyebutkan bahwa PT. Dahana selaku Koordinator BUMN dalam penanganan Covid-19, melakukan pendekatan dengan mengutamakan kesehatan, kemudian pendekatan "perut" yaitu dalam arti pemenuhuan kebutuhan sehari-hari. "Baru kemudian kami melakukan pendekatan pada usaha," jelasnya.

Kata Eman juga sebagai perusahaan yang menghasilkan produk ekspor, kegiatan ekspor ditengah pandemik masih bisa dilakukan. "Walaupun ditengah kerja dengan protokol kesehatan, alhamdulillah ekspor kita (PT. DAHANA) masih bisa berjalan," ujarnya.

Posting Komentar

0 Komentar