Positif Covid-19 di Subang Bertambah, Tim Gugus Tugas Siapkan Cara Ini

SUBANG – Adanya informasi jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Subang Jawa Barat yang mengalami lonjakan cukup mengejutkan, membuat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang menyusun strategi dalam upaya penanganannya. Ketua Harian Tim Gugus Tugas, H. Aminudin mengingatkan kepada semua pihak supaya tetap tenang namun tanggap atas penyebaran Covid-19. "Mungkin kita agak dikejutkan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Subang. Namun kita mengingatkan supaya tidak terprovokasi tetap tanggap dan siaga terhadap lajunya jumlah penderita Covid-19. Dengan tetap tenang dan memahami apa yang kita lakukan di Kabupaten Subag. Ini menjadi kekuatan kita untuk meminimalisir perkembangan tersebut," tuturnya dalam Konferensi Pers di Posko Gugus Tugas, Jalan Wangsa Ghoparana, Senin (20/4/2020).
Maka untuk itu pihaknya telah mempersiapkan pelaksanaan rapid test tahap II terhadap dua ribu peserta rapid test untuk mempercepat penanganan Covid-19. "Lebih cepat lebih cepat lebih bagus. Karena kita ingin lebih cepat menangani perkembangan Covid-19 di Kabupaten Subang. Karena tanpa rapid test kita tidak bisa mengira-ngira seiring perkembangan waktu," jelasnya.
Apalagi kata Ketua Harian yang biasa disapa Kang H. Amin ini sebentar lagi akan memasuki Ramadhan diprediksi akan banyak pergerakan orang dari kota-kota tertentu ke Kabupaten Subang. "Termasuk dari kota zona merah tentu tidak bisa dicegah untuk pulang kampung ke Kabupaten Subang yang ada di 30 kecamatan ini," imbuhnya.
Rapid test yang akan dilakukan mengutamakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sehingga jelas upaya menanganinya.. Dalam penanganannya akan melaksanakan isolasi mandiri di 245 desa dan 8 kelurahan. "Ini yang akan dibahas teknis dan montasenya di ruang rapat Bupati bersama para camat dan utusan di desa," katanya.
Kemudian dia mengingatkan kepada semua supaya tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT, disiplin melaksanakan anjuran dan himbauan pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya seperti Fatwa MUI. "Sinergitas antara ulama dan umaro serta kedisiplinan menjadi tenaga mutlak untuk dilaksanakan bersama-sama dalam melawan Cvovid-19," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut Tim Gugus Tugas melalui Juru Bicaranya, dr. Nunung Suhaeri menyebutkan bahwa bahwa penderita positif di Subang menjadi 17 orang dengan 1 orang diantaranya meninggal dunia dan 16 orang tengah mendapat penanganan. Dari 16 orang yang dirawat di RSUD Subang tiga orang, dirawat di Bandung satu orang dan di Purwakarta satu orang. Kemudian delapan orang diisolasi di gedung Politeknik Negeri Subang dan 3 orang lainnya dilakukan isolasi mandiri.
Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari awal dirawat 25 orang, yang sudah selesai sebanyak 17 orang dan masih dalam pengawasan 8 orang.
Lalu Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari awal sebanyak 4.406 orang dan yang selesai 3.426 orang dengan satu orang diantaranya meninggal dunia dalam status ODP. Masih dalam pemantaua 980 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 24 orang.
Share on Google Plus

0 Comments:

Posting Komentar